Selama Pandemi, Dikbud Bondowoso Terapkan Pernyerdehanaan Kurikulum

Bondowoso, Beritabangsa.com – Pandemi yang tengah melanda negeri ini merubah pola kehidupan. Tak hanya itu, pola belajar mengajar pun turut berubah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso melalui Koordinator pengawas sekolah, Mughirah mengatakan, bahwa selama pandemi ini pihaknya telah menerapkan penyederhanaan kurikulum sesuai dengan Peraturan Menteri 719 tahun 2020.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Sebelum tahun ajaran baru, 9 Juni kami telah menggelar rapat koordinasi untuk melaksanakan program tersebut, seperti yang tertera dalam peraturan menteri,” akunya pada sejumlah media saat dikonfirmasi, Jumat (6/11/2020).

Berita Menarik Lainnya:  Bondowoso Hebat : Dalam Sepekan Sabet 2 Penghargaan RI

Mughirah menjelaskan, selama pandemi ini pembelajaran dengan berbagai metode, baik daring, luring maupun gabungan. Namun untuk menerapkan pembelajaran dengan metode daring ini tidak bisa diterapkan pada semua wilayah Bondowoso, karena berdasarkan faktor geografis, Kabupaten Bondowoso merupakan daerah pengunungan, pastinya ada beberapa daerah pelosok tidak terdapat sinyal.

“Itu salah satu kendalanya dalam pembelajaran daring, ada juga siswa yang tidak mempunyai hand phone,” jelasnya.

Dalam pembelajaran luring, lanjut Mughirah, juga terdapat kendala yakni tempat belajar siswa dengan berkelompok berjauhan hingga memakan waktu yang banyak, hal tersebut tidak memungkinkan.

Berita Menarik Lainnya:  Tunjungan Plaza Surabaya Terbakar

“Seperti di Desa Bandilan itu, untuk datang kerumah siswa dengan pembelajaran luring ini, jaraknya bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Tidak mungkin, guru bisa mendatangi siswanya satu persatu dalam satu hari,” ungkapnya.

Meskipun telah diterapkannya penyederhanaan kurikulum ini, kata Mughirah, banyak dari kalangan orang tua siswa mengeluhkan agar sekolah bisa dibuka kembali seperti biasanya. Saat ini, pihaknya telah mengirim surat pada Bupati Bondowoso agar diijinkan membuka sekolah dengan tatap muka, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan 50 persen siswa dari kapasitas kelas.

Berita Menarik Lainnya:  Bergerak di Bidang Property Sewa Ruko, BUMDesa Wringin Mampu Menggerakkan Perekomian Usaha Mikro Penyewa

“Asumsi kami begini, dipasar saja berjumel, bergerumul tiap hari tidak ada apa-apa, ya kan ? ,” katanya.

Selain itu, Mughirah menghimbau pada para guru dalam penerapan penyederhanaan kurikulum untuk mengurangi pembelajaran, karena tidak ada tuntutan dalam capaian materi serta ada variasi dalam pembelajaran. Hal tersebut untuk menghindari suatu hal yang tidak diinginkan seperti di daerah lain, dengan siswa stress hingga bunuh diri.

“Untuk menyikapi penyederhanaan ini, kami mensiasatinya dengan lebih mengarah pada keterampilan dan kecakapan siswa, meski tak ada tuntutan dalam penuntasan kurikulum,” tutupnya.

 

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *