Sejumlah Aliansi Pekerja Seni Surabaya Tangis Haru dan Sujud Syukur

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Ribuan Pendemo yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Surabaya mulai mendatangi Kantor Balai Kota Surabaya. Aksi ini merupakan aksi lanjutan pada beberapa hari lalu. Tuntutan mereka tetap sama, yakni pemerintah segera memberikan izin untuk menggelar kegiatan yang mengundang keramaian ditengah pandemi virus corona.

Saat ini, mereka sedang menunggu kedatangan peserta demo lainnya yang mengendarai puluhan mobil pick up dan truk yang dilengkapi dengan peralatan sound system dan berbagai kostum wedding organizer serta tari tradisional, yang sedang diparkir di depan Gedung Grahadi.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Sinergitas TNI AL Koarmada II bersama Pemkot Surabaya dalam Vaksinasi Massal Covid-19 Dosis Ke-2
banner 1920x1080

Pendemo tersebut, meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, segera membuat peraturan kegiatan keramaian ditengah pandemi covid 19. Baik secara outdoor maupun indoor.

“Kami memohon dan meminta, dimana hati nurani Bu Walikota, sebagai seorang ibu yang diminta belas kasih dari seorang anaknya, Kami sudah menganggur selama 6 bulan, terus anak kami masih kecil dan membutuhkan susu, namun selama tidak kerja, anak kami beri air gula atau tajin,” seru pendemo, Rabu (12/8/2020) sambil meneteskan air mata.

Berita Menarik Lainnya:  Polrestabes Surabaya Sita 90,7 Kg Sabu dan 13,6 Kg Ganja, Pelaku Terancam Dihukum Mati

Pasalnya, selama ini mereka sudah tidak bekerja, untuk makan sampai jual perhiasan cincin kawin, apapun yang mereka punya dan miliki semua sudah terjual.

“Wahai, ibu walikota Surabaya, mohon dengan sangat, kerendahan hati, kami meminta secepatnya berikan kebijakan ibu, biar kami bisa bekerja lagi, demi anak-anak Surabaya yang ibu cinta dan sayangi. Janganlah sampai kami mati karena kelaparan,” tuturnya.

Akhirnya, mereka bersuka cita karena dari Pemerintah Kota Surabaya, memperbolehkan kembali event kesenian dan hajatan di Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  "Madu Mongso" Jajanan Khas Jawa Timur yang Dijual Suwanti

Selanjutnya, pekerja seni yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS) menangis dan melakukan sujud syukur setelah aksinya, didengar dan diperhatikan.

Namun, Pemkot Surabaya menghimbau tetap patuh, dan harus dilaksanakan, dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat demi mencegah gelombang lanjutan penularan virus Corona.

Sebelum bubar, pendemo menangis haru dan sujud syukur tersebut dilakukan didepan Balai Kota sebagai ungkapan kegembiraan atas dikabulkannya tuntutan mereka oleh Pemkot.

Reporter : Mooch

banner 600x310

Pos terkait