Sejumlah Agen 46 Akui Penyedia Beras BPNT Dipetakan pada Enam Supplier

Keterangan foto : Ilustrasi Slip transaksi pengambilan progam BPNT melalui e-Warung agen Bank BNI 46, tanpa ada perincian baik harga dan atau jumlah kuantitas barang yang diambil.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Sejumlah agen BNI 46 atau e-warung, penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Bondowoso mengaku bahwa penyediaan beras untuk bantuan dipetakan ke enam pemasok saja.

Agen 46 penyalur beras BPNT Berinisial A di Kecamatan Prajekan mengaku, terkait supplier sudah dipetakan oleh Dinsos.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Untuk wilayah Kecamatan Prajekan ke utara mengambil ke supplier beras pada CV. Cipta Karya Mandiri,” ujarnya, Selasa (29/6/2021).

Dia menyampaikan, alasan Dinsos memetakan pengambilan beras agar memudahkan pengambilan beras pada supplier terdekat.

Katanya, sistem pemetaan ini sudah ada bahkan sejak dirinya awal menjadi agen 46.

Berita Menarik Lainnya:  TMMD ke 110 Resmi Dimulai, Bupati Salwa : Ini Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah

“Sejak pertama kali saya jadi agen sistem itu sudah ada dari Dinsos,” imbuhnya.

Senada disampaikan oleh, F, agen BNI 46 asal Kecamatan Bondowoso.

Ia menerangkan pemetaan pengambilan beras ini sudah dipetakan oleh Dinas Sosial. Namun, bantuan pangan lainnya tidak.

“Untuk pengambilan beras di wilayah Kecamatan Bondowoso kota kepada CV. Cipta Karya Mandiri,” ujarnya.

Dia membeberkan, terkait pemetaan pengambilan beras sudah terjadi cukup lama. Namun sempat ada beberapa kali pergantian.

“Kalau untuk kota itu pernah ke UD. Samudra Harapan, pernah ke CV. Pelita, tapi agen bisa komplain jika kualitasnya tidak sesuai,” imbuhnya.

Dia pun tidak menampik sebagai agen penyalur BPNT jika tidak bisa menentukan sendiri sebab sistemnya sudah ditentukan oleh Dinsos.

“Karena sudah dipetakan ia agen-agen harus patuh. Kalaupun ada beras yang tidak sesuai jika mau pindah harus atas seizin Dinsos, namun terlebih dahulu harus disampaikan ke TKSK terlebih dahulu,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kades Koncer Darul Aman Semprotkan Disinfektan dan Bagikan Masker

Ditambahkan oleh Agen BNI 46 AN, asal Kecamatan Curahdami, menerangkan pemetaan bantuan hanya terjadi pada komoditi beras. Namun, untuk pengadaan lainnya tidak.

Seperti contohnya telur, dirinya membeli di tempat yang berbeda setiap kali akan pencairan. Selama telur tersebut bagus, dan tak ada komplain dari penerima.

“Kalau telur saya ambil di toko. Ambil di teman saya, kasian teman saya kan banyak. Sedikit-sedikit tidak ambil hanya di satu orang,” tuturnya dalam bahasa Madura.

Menanggapi ini, Plt. Kepala Dinas Sosial Bondowoso, Saefuddin Suhri, mengakui pemetaan itu.

Kendati, memang tak ada ketentuan agen BNI 46 harus memasok komoditi bantuan kepada siapa. Namun jika tak diatur, (dipetakan, red) maka pihaknya bisa kesulitan melakukan monitoring evaluasi (Monev). Sementara jumlah agen BNI 46, berjumlah sekitar 199.

Berita Menarik Lainnya:  5 Siswa Pilihan SD Iskandar Said Sebagai Semangat Ghiroh Perjuangan

Ditanya bahwa hal tersebut tampak seperti monopoli perdagangan pemasok beras, ia mengaku hanya mengetahui enam supplier atau pemasok di Bondowoso. Melanjutkan ‘warisan’  pemasok ketika masih program Raskin.

“Kami kan tidak tahu dimana lagi ada selep yang bersedia untuk jadi pemasok. Tak ada yang mengajukan,” ujarnya.

Adapun syarat dari penentuan supplier sendiri, kata Suhri, yakni harus sanggup menyediakan beras dengan kualitas premium. Tak terkecuali, dengan harga yang sesuai Pedum, yakni tak boleh lebih dari Rp 12.800 per kilogram.

“Harga seperti harga sebelumnya yakni Rp 10.300 per kilogram,” ujarnya.

Sementara untuk komiditi lainnya, kata Suhri, boleh namun harus menyampaikan sebulan sebelumnya. Walaupun  kenyataannya mayoritas  banyak yang meminta beras.

“Kenyataan di lapangan, semua ambil beras,” tutupnya.

Reporter : Muslim
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait