Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ungkap Kasus Penjualan Satwa Dilindungi

Surabaya, Beritabangsa.com – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ungkap Kasus Pengangkutan Satwa atau Hewan yang Dilindungi dengan mengamankan satu orang pelaku dengan secara sengaja perjual belikan dan memelihara satwa yang dilindungi, di Jalan Kalimas Baru 2 Surabaya.

Identitas tersangka berinisial TH (42), diketahui menjalankan bisnis ilegal  tersebut, dengan cara menjual belikan satwa yang dilindungi lewat media sosial.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Polres Bondowoso Tangkap Pelaku Pungli di Objek Wisata Alam Kali Pahit
banner 1920x1080

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setya Ningrum menjelaskan, kronologi awal, tersangka dibekuk di rumahnya, atas memperniagakan satwa yang dilindungi yang berhasil digagalkan oleh Angota Unit Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Tersangka telah diketahui dengan sengaja mencari dan menangkap satwa dilindungi kemudian dipelihara lalu diperjual belikan melalui akun media sosial dengan cara COD.” jelas AKBP Ganis. Saat jumpa pers, Jumat, (16/10/2020) pukul 14:00 wib. Dihadapan wartawan.

Perlu diketahui, barang bukti yang diamankan adalah satwa dilindungi, di antaranya 3 (tiga) burung kakak tua jambul kuning, 1(satu) ekor burung bayan hijau, 5 (lima) buah paralon warna putih, dan 1 (satu) buah buku rekening Bank BRI.

Berita Menarik Lainnya:  Kampanye Penggunaan Masker, Polres Bondowoso Bagikan 10 ribu Masker Pada Sejumlah Komunitas

“Kemudian, Tersangka menyimpan, memiliki, memelihara satwa dilindingi berupa burung kakaktua jambul kuning dan burung bayan di rumahnya Jl. Kalimas Timur Surabaya.” kata AKBP Ganis.

Karena tersangka, telah terbukti tindak pidana menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan meniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup satwa tersebut di media sosial dengan harga beragam. Misalnya, Untuk burung kakaktua jambul kuning Tersangka TH menjualnya dengan harga Rp. 1.800.00,- s/d Rp. 2.000.000,- dan untuk burung bayan dijual dengan harga Rp. 1.000.000,-

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bondowoso Salurkan Beras Pada 63 Ribuan Warga Miskin

Selain di jual belikan di media sosial, tersangka TH juga memperniagakan satwa di lindungi tersebut, ke berbagai kota diantaranya Solo, Tasikmalaya, dan Bandung melalui ekspedisi kereta api.

“Atas perbuatan tersangka disangkakan, Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan pidana penjara paling lama 5 (Lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).” pungkas AKBP Ganis.

Reporter : Mooch

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *