Raih Penghargaan Top Pembina BUMD, Asuransi PDAM Belum dibayar Pemkab

Beritabangsa.com, Bondowoso – Setelah meraih penghargaan Top BUMD, asuransi untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso belum juga dibayarkan. Nilai asuransi tersebut sebesar Rp 5 miliar.

Asuransi yang dikeluarkan PDAM mulai Tahun 2018, sampai saat ini belum juga diganti Pemkab Bondowoso.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Padahal terdapat peraturan Menteri dan peraturan pemerintah. Apabila tarif di PDAM belum FCR (Full Cost Revovery) atau tarif belum bisa menutupi operasional, Pemda harus mengganti dana berupa subsidi.

Berita Menarik Lainnya:  Tiga Polsek Baru Diresmikan, Pemkab Bondowoso Siap Bantu Tingkatkan Sarpras

Anggota Komisi II DPRD Bondowoso, Budi Hartono mengatakan, bahwa PDAM sudah menunjukkan kinerja yang bagus sampai memperoleh penghargaan Top Pembina BUMD yang diterima bupati.

Tetapi dia menyayangkan Pemkab Bondowoso, yang seharusnya melakukan pembayaran subsidi tarif kepada PDAM tetapi tidak dilakukan.

“Dua tahun yang harus dibayar, tapi tidak dibayar oleh Pamkab Bondowoso,” katanya usai Raker di PDAM, Senin (25/1/2021).

Hal itu kata dia, sangat memengaruhi kondisi keuangan dan kinerja PDAM. Beruntung PDAM masih menunjukkan kinerja yang bagus.

“Bayangkan jika subsidi itu dibayarkan. Tentu akan lebih bagus lagi,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Berita Menarik Lainnya:  Pencairan Insentif Guru Ngaji di Bondowoso Terbagi di Empat Lokasi

Sebenarnya kalau melihat ekonomi masyarakat dan geografis, di Bondowoso tidak strategis untuk PDAM dan sulit mencapai omzet penjualan besar. Belum lagi kebutuhan air bersih masyarakat dipenuhi tanpa menggunakan PDAM.

“Makanya cakupannya masih 15 persen. Sementara gaji karyawan PDAM dipengaruhi seberapa besar pendapatan operasional. Operasional dipengaruhi oleh cakupan pelayanan,” jelasnya.

Tetapi dengan kondisi seperti ini kata dia, karyawan di PDAM masih bekerja masksimal. Bahkan memperoleh penghargaan.

Selain pengaruhnya pada kinerja, subsidi yang tidak dibayarkan juga berdampak pada cakupan dan layanan. “Baik secara kuantitas maupun kualitas,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ikuti Sosialisasi Virtual, Pemkab Bondowoso Siap Menyambut UU Ciptaker

Sementara Direktur PDAM Bondowoso, April Ariesta Bhirawa mengatakan, asuransi yang belum dibayar pemeritah mengakibatkan keuntungan menurun.

“Padahal subsidi yang dikeluarkan PDAM digunakan untuk pelayanan masyarakat,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Adapun rincian asuransi yang belum dibayarkan, pada Tahun 2018 Rp 1,9 miliar, Tahun 2020 sekitar Rp 3 miliar.

“Sekitar Rp 5 miliar belum diganti oleh pemerintah daerah,” imbuhnya.

Akibat subsidi yang belum dibayarkan Pemkab Bondowoso, PDAM bisa mengalami defisit anggaran. Karena pada Tahun 2020 pihaknya melakukan investasi besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap subsidi ini segera dibayarkan,” harapnya.

Reporter : Muslim

Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *