PSG Unej Gelar Diskusi Online Soal RUU PKS

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Dalam rangka menyikapi fenomena penarikan RUU PUNGKAS dari prolegnas 2020, Pusat Studi Gender Universitas Jember (PSG Unej) menyelenggarakan diskusi online dengan tema “RUU PUNGKAS sebagai Upaya untuk Menjaga Kemanusiaan” pada Kamis, 27 Agustus 2020 via Zoom dan youtube.

Diskusi online ini menghadirkan narasumber Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A. (Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan RI), Wahidah Suaib M.Si. (PP Fatayat NU, Jaringan Advokasi RUU Pungkas), Drs. Abubakar Ebyhara, MA, Ph.D, (Ketua AIPI Cabang Jember), dan Dr. Agustina Dewi Setyari, S.S, M.Hum (PSG UNEJ).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Gelar Makesta, IPNU Tambaksari: Kaderisasi Era Pandemi Tak Boleh Mati
banner 1920x1080

Acara dibuka langsung oleh rektor Universitas Jember, Dr. Ir Iwan Taruna M.Eng. Diskusi ini diikuti oleh 169 peserta dari berbagai elemen di masyarakat (lembaga pendidikan formal maupun nonformal (termasuk pesantren), lembaga pemerintahan (KPU, Bawaslu, DPMD, DP3AKB, P3MD), ormas, NGO, Asosiasi, komunitas-komunitas, dll.

Pada acara pembukaan tersebut Rektor Unej menyampaikan bahwa RUU Pungkas merupakan peraturan yang sangat penting mengingat tingginya angka kekerasan seksual yang mengincar berbagai kalangan di masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Irwan Gelar Diskusi Bersama FKUB Bondowoso

Sementara Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A. (Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan RI) menegaskan bahwa untuk menjaga nilai kemanusiaan, fenomena kekerasan seksual harus diakhiri salah satunya dengan cara menetapkan regulasi, berupa perlindungan hukum dan penindakan pelaku secara jelas.

“ada beberapa masalah terkait RUU Pungkas yang dulu dikenal dengan RUU PKS, yaitu Masalah politis, Masalah substansi, Masalah Prosedural dan Masalah Persepsi masyarakat,” katanya dalam keterangan rilis yang didapatkan beritabangsa.com

Menurut Siti Ruhaini, apabila pemerintah tidak bisa mengintervensi secara formal pada DPR, masyarakat memiliki peran penting untuk memberikan masukan dan dorongan dengan melakukan lobi-lobi informal “sehingga terjalin kesamaan visi antara DPR dan masyarakat,” papar dia

Berita Menarik Lainnya:  DPMD Jatim Gandeng 100 Perempuan NU, Gelar Sinando Perkuat Ekonomi Desa

Di sisi lain, Wahidah Suaib, M.Si ( PP Fatayat NU, Jaringan Advokasi RUU Pungkas) mengatakan bahwa RUU Pungkas sangat penting. Sebab RUU PKS memiliki peran penting dalam memenuhi kewajiban negara melindungi warga negara, khususnya perempuan dan anak  dari kekerasan seksual.

“Dengan RUU PKS ini dapat membangun sistem penanganan, perlindungan, dan pemulihan korban kekerasan seksual,” pungkasnya

Diharapakan dalam diskusi ini, RUU PKS segera disahkan sehingga dapat membangun keadilan gender, mencegah serta menangani kasus kekerasan, untuk mengkontruksi tradisi tanpa kekerasan di masyarakat.

 

Reporter : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait