Polrestabes Surabaya Ungkap 5 Pelaku Kasus Pengeroyokan

Beritabangsa.com, Surabaya – Polrestabes Surabaya ungkap kasus tindak pidana penganiayaan kepada setiap orang, dan dilarang turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan matinya anak, Rabu (2/12/2020) siang.

Dalam kasus ini, 15 pelaku, Namun yang dijadikan tersangka ada 5 (lima) yakni, pertama berinisial, AYH (20), kedua, RDC (18), ketiga, BLRA (18), keempat, R dan kelima, I, (R dan I dibawah umar).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Tembaan Surabaya, tepatnya depan Kantor BNI cabang Tembaan.

Berita Menarik Lainnya:  Evaluasi PPKM, Kapolda Jatim: Kasus Covid-19 di Jawa Timur Melandai

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menyampaikan kejadiaanya berawal para pelaku merupakan anggota kelompok team Gukgukguk (TGGG) dan anggota kelompok Jawara, dari instagram Jawara menginformasikan kepada semua anggotanya bahwa diundang tawuran oleh anggota Allstar.

“Sehingga secara solidaritas semua anggota kelompok Jawara kumpul dilapangan Magersari yang merupakan basecamp Jawara, lalu A Y H menginformasikan digrup WA TGGG lainnya untuk berkumpul di Kalijudan dan setelah itu, meluncur ke Magersari berkumpul ke anggota Jawara, untuk menunggu kedatangan Allstar,” kata AKBP Hartoyo, saat jumpa pers dihadapan awak media.

Kemudian, sekitar pukul 05:00 wib, anggota Allstar datang, kurang lebih 40 orang sambil menyembunyikan klakson bersamaan menandakan tawuran dimulai.

“Dalam tawuran itu, menyebabkan kematian MR (16) warga Gembong V Surabaya,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Selama Ramadhan NU Care Lazisnu Surabaya Berhasil Kumpulkan Dana Rp1,6 M

Korban MR diketahui merupakan anggota kelompok Allstar, sedangkan  lima pelaku yang ditangkap merupakan kelompok Tim Guk Guk Guk (TGGG) yang bergabung dengan Jawara.

Secara terpisah, tersangka RDC mengakui, ia yang menggunakan senjata tajam, untuk melukai korban yang sudah tak berdaya, dibagian pantatnya sebanyak dua kali.

“Betul, saya yang membacok, bagian pantat. Waktu posisi korban sudah tengkurap. Lalu anak-anak lainnya ikut nyerang (Jawara),” jawab RDC, di awak media.

Penganiayaan ini, bermotif dendam di antara kedua kelompok yang masih terus berlanjut, hingga mengakibatkan nyawa seorang remaja meninggal. Kerana kelompok Jawara tak terima, jika kampung mereka kerap diserang oleh kelompok Allstar yang membuat mereka bersolidaritas melakukan aksi tawuran tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Sidang Kasus Ambruknya Jalan Gubeng Di Gelar Di Lokasi

Sementara, tersangka AY mengaku sebagai admin media sosial TGGG yang turut ditangkap dan mengaku ikut memukul kepala korban menggunakan kayu.

“Awalnya kelompok saya ditantang, makanya tantangannya diterima sama kelompok saya, Apalagi Allstar sering menyerang kampung saya,” ujar AY.

Untuk diketahui, para tersangka disangkakan, telah melanggar pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP.

Reporter : Mooch

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *