Polres Tanjung Perak Ungkap Kasus Tindak Pidana Prekusor Pembuatan Narkotika

Beritabangsa.com, Surabaya – Polres Pelabuhan Tanjung Perak ungkap kasus tindak pidana prekusor pembuatan Narkotika, jenis sabu kejadian pada hari Senin tanggal 30 Desember 2020, sekira pukul 22:00 wib, di Jalan Rangkah Surabaya.

Identitas tersangka yakni, pertama berinisial IV, alamat Rangkah Kecamatan Tambak Sari Surabaya, kedua berinisial SA, alamat sesuai KTP Dsn. Ro Oro Kabupaten Bangkalan Madura, ketiga berinisial RO, alamat Rangkah Kelurahan Rangkah Kecamatan Tambak Sari Surabaya, keempat berinisial DI, alamat sesuai Kartu Keluarga Tuban, kelima berinisial M. AR, alamat sesuai Identitas SIM Kapas Baru Kelurahan Kapasmadya Kecamatan Tambak Sari Surabaya, dan keenam berinisial MO, alamat sesuai KTP Bronggalan Sawah Kelurahan Pacar Kembang Kecamatan Tambaksari Surabaya dan Kost.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H.* dan didampingi oleh Kasat Resnarkoba  AKP Jumbo Qantason, S.I.K mengatakan ini berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa adanya sesorang yang memproduksi Narkotika, jenis shabu yang kemudian oleh petugas Satresnarkoba Res Pelabuhan Tanjung Perak.

Berita Menarik Lainnya:  CV Duta Pasir Dituntut Warga Kamar Kajang Biang Penyebab Bencana

“Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dan pemantauan dan didapatkan hasil bahwa salah satu rumah yang dijadikan produksi Narkotika, jenis shabu beralamat di Jalan Rangkah dengan pemilik rumah atas nama IV,” kata AKBP Ganis, Kapolres Tanjung Perak, saat jumpa pers, Rabu (23/12/2020) siang.

Kemudian saat dilakukan upaya paksa di temukan barang bukti berupa bahan -bahan Zat Kimia dan peralatan untuk pembuatan Narkotika, jenis shabu, 210 pil logo “Y” yang sudah dikemas untuk dipasarkan, 1 (satu) poket Narkotika jenis shabu, dan seperangkat alat hisap sabu.

“Dari hasil interogasi diketahui bahwa yang berperan sebagai dokter untuk memproduksi Narkotika jenis Sabu adalah tersangka IV dan penyandang dana adalah tersangka SA,” jelasnya.

Kepada petugas tersangka IV dan SA mengaku bahwa memulai memproduksi Narkotika, jenis shabu tersebut, sekitar 1 (satu) Minggu yang lalu dan 2 (dua) kali memproduksi Narkotika, jenis shabu namun belum jadi.

Berita Menarik Lainnya:  Pelaku Pembacokan Sadis Tetangga di Wonosari Surabaya, Diamankan Polisi Dalam Waktu 8 Jam

Tersangka IV dan SA mengaku belajar cara produksi maupun bahan untuk pembuatan Narkotika, jenis shabu adalah dengan cara membuka web di internet dan melihat di You tube,” imbuhnya.

Motivasi kedua tersangka tersebut memproduksi narkotika jenis Sabu adalah sengaja disiapkan untuk menghadapi tahun baru 2021, karena permintaan Narkotika jenis Sabu menjelang tahun baru pasti meningkat.

“Untuk pil logo “Y” disita dari tersangka AR sebanyak 100 butir yang dikemas menjadi 10 poket plastik kecil, dan dari tersangka DI sebanyak 110 butir yang dikemas menjadi 11 poket plastik kecil yang maksud dan tujuannya adalah untuk dijual, yang mana tersangka AR mengaku mendapatkan dari orang yang bernama IB yang akhirnya berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa 1.400 butir pil logo “Y” dan IB mengaku mendapatkan dari seseorang yang inisial J (DPO) dan masih dilakukan pengejaran,” ungkapnya.

Sedangkan untuk 1 (satu) poket Narkotika, jenis shabu beserta alat hisap adalah alat yang dipakai bersama-sama antara lain IV , SA , RO, dan DI adapun Narkotika, jenis shabu yang digunakan tersebut adalah didapat dengan cara membeli kepada tersangka AR.

Berita Menarik Lainnya:  Satlantas Polres Bangkalan, Memberikan Pelayanan Kesehatan Saat Operasi Zebra Semeru 2020

Menunut Kapolres, Adapun barang bukti yang berhasil diamankan bahan produksi untuk membuat Narkotika, jenis shabu yakni, 1 (satu) set blender merk Advance, 6 (enam) buah pipet kaca panjang, 2 (dua) buah cerigen sedang warna putih, 6 (enam belas bungkus obat merk INZA, 1 (satu) rol aluminium foil, 1 (satu) buah corong plastik warna kuning, 1 (satu) buah gelas ukur plastik warna putih bening, 1 (satu) buah tabung ukur kaca, 1 (satu) pasang sarung tangan warna orange, 1 (satu) buah timbangan elektrik merk HARNIC warna silver, 1 (satu) buah selang plastik warna putih bening, 1 (satu) buah saringan dari stainless.

“Atas perbuatan 6 (enam) tersangka, disangkakan dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau seumur hidup,” pungkasnya.

Reporter : Umar

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *