Perceraian Tinggi, Ada 546 Janda di Bondowoso Hanya Kurun 4 Bulan

Pengadilan Agama Bondowoso
Suasana saat di Pengadilan Agama Bondowoso
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Angka perceraian di Bondowoso ternyata masih cukup tinggi. Selama Januari hingga April saja, sudah ada 546 orang yang berstatus janda.

Mirisnya dari ratusan kasus perceraian tersebut, rata-rata cerai gugat atau pengajuan dilayangkan oleh istri. Penyebabnya didominasi oleh faktor ekonomi yang dianggap masih kurang.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, selama Januari hingga April tahun ini, sudah ada 546 kasus perceraian yang masuk. 158 diantaranya merupakan cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh suami. Kemudian 388 lainnya adalah cerai gugat, atau perceraian yang berasal dari gugatan seorang istri.

Berita Menarik Lainnya:  Uji Coba Pasar Hewan Silolembu, Pemkab Bondowoso Siap Bangkitkan Geliat Ekonomi

Kepala PA Kabupaten Bondowoso, Mukhlisin Noor mengatakan, dari ratusan kasus perceraian yang terjadi memiliki berbagai faktor yang melatar belakangi.

Ads

Penyebab yang paling mendominasi adalah faktor ekonomi yang dianggap kurang. Akhirnya istri mengajukan diri untuk berpisah atau cerai.

Pria yang akrab disapa Mukhlisin ini juga menuturkan, terdapat satu kasus perceraian dengan alasan yang cukup unik. Yakni disebabkan suami suka melakukan pacuan burung dara dan melakukan taruhan.

Menurutnya setiap hari yang bersangkutan selalu melakukan hal itu, serta diselingi dengan judi taruhan. Akhirnya membuat kondisi ekonominya tidak stabil.

“Kata istrinya ditegur sudah. Jadi mending pisah katanya,” imbuhnya.

Sementara untuk perceraian yang disebabkan orang ketiga, lanjutnya, masih sangat jarang ditemui di Bumi Ki Ronggo ini. Walaupun hal tersebut memang masih ada, tapi tidak dapat mengalahkan faktor ekonomi.

Berita Menarik Lainnya:  Rapor Merah DPMPTSP, HIPMI Jombang: Bupati Harus Ambil Alih

“Ada suami yang ngasih satu bulan cuma lima puluh ribu,” bebernya.

Lebih lanjut, Mukhlisin juga menerangkan, ketika persidangan cerai gugat, banyak suami yang tidak mau hadir tanpa alasan. Walaupun datang, biasanya mereka beralasan ingin rujuk atau berbaikan dengan istrinya kembali.

“Kita mediasi juga. Tapi, kadang kadang laporan mediasinya tidak berhasil,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait