Penyuplai Sengon Gruduk Pabrik Triplek Milik BUMN, Tanggungan 8 M Tak Terbayar

Silahkan Share ke :

Bondowoso, Beritabangsa.com – Belasan penyuplai sengon dari berbagai kabupaten/kota, mendatangi pabrik triplek BIP (Bondowoso Indah Karya), PT Indah Karya, Senin (21/9/2020).

Kedatangan para penyuplai bukan tanpa alasan, lantaran tanggungan 8 miliar lebih belum di bayar oleh Pabrik di bawah yang berada di bawah naungan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Dalam aksi tersebut, sejumlah banner yang bertuliskan kritik dibentangkan. ‘Indah Karya Tak Seindah Namanya’. ‘Jangan janji-janji, tapi buktikan dengan bayar uang kami’, dan sebagainya.

Berita Menarik Lainnya:  Evaluasi Penggunaan Dana 2020, Komisi II DPRD : Keuntungan PDAM Bondowoso Menurun

Kordinator aksi demo, Nanang Sampurno mengatakan, bahwa kedatangan mereka ke Pabrik BIP, tak lain untuk menagih hutang, yang nilainya mencapai Rp 8 miliar lebih.

“Dari jumlah tersebut, pihak perusahaan menjanjikan bahwa Bulan Agustus kemarin, akan dicairkan sebesar 30 persen. Tapi sampai hari ini belum ada pencairan,” ujarnya.

Padahal kalau merujuk pada kontrak, kata Nanang, setiap dua minggu atau 15 hari, pabrik akan membayar uang pemasokan sengon.

“Tapi sudah hampir satu tahun tak dibayarkan,” imbuhnya.

Penyuplai asal Sragen itu memaparkan, bahwa sengon yang sudah diproses jadi triplek sudah habis terjual, namun penyuplai kayu tak dibayar.

Berita Menarik Lainnya:  Mantan Menteri Perhubungan dan ESDM Ignasius Jonan Anugerahi Gelar Doktor Honoris Causa di Unair

“Pabrik juga ada kemauan untuk mengasih kompensasi. Tapi itu hanya janji-janji,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Direktur PT Indah Karya, Guskaryadi Arief mengatakan, pihak pabrik sudah sering berkomunikasi ke penyuplai dan mengakui bahwa pihak pabrik masih punya hutang.

“Cuma karena kondisi ekonomi saat ini. Kan tahu sendiri, nasional saja minus. Yang rencana kita (pembayaran, jadinya mundur,” katanya.

Pihak pabrik telah memberikan skenario pembayaran, dimana jika uang untuk modal hasil meminjam ke bank. Maka pabrik siap membayar bunganya.

“Bukan kompensasi ya, tapi membayar lebih lah. Tapi tidak bisa sekarang,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya:  PJT I Perkuat Sinergi dan Talenta Milenial BUMN

Penyuplai tersebut datang dari berbagai kabupaten/kota. Mulai Banyuwangi, Sragen, Jember, Bondowoso, Blitar, Lumajang bahkan dari Sulawesi.

Untuk informasi, demo kali merupakan kedua kalinya. Dimana pada Juni 2020 lalu, para penyuplai tersebut melakukan aksi serupa. Namun kali ini massa yang diturunkan lebih. Tak hanya supplier, tapi juga diikuti puluhan karyawan.

Peserta aksi demo sempat memaksa untuk merangsek masuk, ke dalam Pabrik Bondowoso Indah Plywood PT Indah Karya. Namun tak jadi, karena dijaga aparat kepolisian. Kemudian setelah itu,  pihak perusahaan menemui mereka.

 

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait