Pemkab Bondowoso Rubah Kotak Amal Menjadi ‘Bersedekah Untuk Baznas’

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Pemkab Bondowoso dilematis, akhirnya mereka merubah kotak amal ‘Bondowoso Bersedekah’ menjadi ‘Bersedekah Untuk Baznas’. Hal itu menyusul adanya polemik dikalangan Pemkab dan DPRD Bondowoso.

Perubahan itu melalui adanya rapat tertutup terkait polemik kotak amal ‘Bondowoso Bersedekah’ dalam program Tape Manis (Tanggap Peduli Masyarakat Miskin).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Rapat tertutup tersebut digelar oleh Komisi 3 DPRD Bondowoso dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bondowoso, di Ruang Rapat Komisi III, Senin (11/1/2021).

Kepala Bappeda Farida, setelah melakukan rapat tertutup dalam rangka dengar pendapat, pihaknya akan merubah nama program kotak amal “Bondowoso Bersedakah” tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Kompak dan Solid, Kunci Sukses Tim RIS Dapil 1 Surabaya Untuk Kemenangan ErJi

“Ya nanti kotak amal ini mungkin namanya tidak Bondowoso Bersedekah. Mungkin namanya nanti “Bersedekah untuk Baznas” yang akan dikelola oleh Baznas,” jelas Farida.

Ia mengaku tak masalah namanya berubah. Terpenting, masyarakat miskin ini belum tersentuh dan mengadukan permasalahannya bisa tertangani.

Sementara ini dana yang sudah terkumpul belum dikelola sama sekali, mencapai Rp 32 juta.

Kata Farida, untuk penerimaannya, pengumpulannya sudah sesuai dengan PP. Adapun mekanisme pengelolaan pengeluarannya sedang proses.

“Bisa itu nanti pengelolaannya bisa Baznas atau bagaimana. Nanti melalui dana Baznas, nanti Basnaz itu mengumpulkan semua yang bersedekah itu untuk membiayai pengaduan masyarakat miskin yang tak tersentuh oleh APBD atau pun APBN,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Efektifkan PPKM Darurat, TNI Aktifkan Kembali Kampung Tangguh

Sementara itu, Ketua Komisi III, Sutriyono, mengatakan, bahwa program “Tape Manis” yang di launching pada 2018 tersebut adalah program inovasi daerah, yang harus di apresiasi oleh semua pihak.

“Tentunya program baru tersebut, kami dari Komisi III sangat mendukung program pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, yang sebenarnya muaranya adalah kesemrawutan data base kemiskinan,” tuturnya.

Selain itu, Kata Sutriyino, pihaknya meminta program Tape Manis untuk dilakukan evaluasi terhadap kegiatan pengumpulan dana masyarakat melalui kotak amal Bondowoso Bersedekah.

Termasuk, tindak lanjut terhadap penggunaan dana yang sudah terkumpul dan belum digunakan mencapai Rp 32 juta. Utamanya, strategi pemanfaatannya yang benar menurut aturan.

“Kita minta untuk dievaluasi, dan sudah diakui. Sudah diakui itu berat. Jadi kalau pakai mekanisme itu ya jelas (salah, red),” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Jadi Ajang Kemarahan, Baliho Bergambar Eri Cahyadi-Risma Di rusak Bonek

Kemudian, diminta agar menambah klausul, mengadendum Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Artinya, nanti Baznas yang akan mengumpulkan dana itu.

“Persoalan kemudian dipakai karena Baznas punya kerjasama dengan Tape Manis, ya tidak apa-apa,” ujar Sekretaris Fraksi PKB ini.

Rekomendasi selanjutnya, yakni anggaran untuk operasional Tape Manis pada PAK 2021 akan pindah ke Dinas Sosial.

Mengingat, program kegiatan apa pun yang dilakukan Pemda itu merupakan mandatorinya Bupati kepada OPD yang memiliki tupoksi.

“Kalau tupoksinya ini dekat dengan kemiskinan, dengan kesejahteraan sosial maka seharusnya di Dinas Sosial,” tutupnya.

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait