Mundur dari Direktur PDAM, Begini Kata Mujiaman

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Panggung politik sebentar lagi ramai disemua daerah terutama Pilkada Surabaya atau Pilwali Surabaya, kini mantan Direktur PDAM Surya Sembada, Mujiaman mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota pasangan Mahfud Arifin, itu semua harus mempunyai batasan prosedur bagi siapa saja yang berniatan mencalonkan diri, walaupun dari independen ataupun yang diusung oleh partai, ketetapan itu merupakan persyaratan bagi siapapun.

Karena bagi siapa yang siap untuk mencalonkan diri sebagai Pilkada wajib mengundurkan diri dari jabatannya sekarang sebagai kontestan, hal itu merupakan mekanisme pencalonan kepala daerah dan sudah diatur dalam Undang-Undang.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  PDIP Terkesan Berhati-hati Dalam Rekomendasi Cawali Surabaya
banner 1920x1080

Apalagi Ir, Mujiaman Sukirno selaku mantan Direktur utama PDAM Surya Sembada, yang menunjukan niatan lahir batin untuk maju sebagai calon Wakil Walikota Surabaya periode 2020-2024.

Untuk melengkapi berkas dan membuktikan adanya surat pengunduran diri, yang mau fokus menjalani prosedur mendaftar Cawali, maka selaku direktur PDAM harus tahu prosedur dan jalur konsekwensinya, sebelum mendaftar, minimal mengetahui jadwal yang telah ditetapkan, serta syarat dan peraturan untuk mendaftar di KPU.

Berita Menarik Lainnya:  Tanggapi Mujiaman, Robert Simangunsong: NasDem Mendukung Penuh Keputusan MA

Karena sebagai calon Pilkada harus memahami dan segera mengajukan surat pernyataan mengundur diri dari jabatannya, dengan membuat surat resmi secara tertulis tentang pengunduran diri dari jabatannya sebelum mencalonkan diri, sebagai calon Pilkada.

Perlu diketahui menurut Ir. Mujiaman saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, kalau dirinya sudah mengirim surat pengunduran diri dari jabatannya, tepat pukul 08.00 wib, Senin tanggal 24 Agustus 2020, Bertekad bulat mengikuti kontestasi Pilkada Surabaya 2020.

“Kami sudah siap lahir batin terjun ke panggung politik atas restu dan dukungan keluarga besarnya,” kata Mujiaman. Senin (24/8/2020).

Berita Menarik Lainnya:  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ops Yustisi, Berikan Teguran Hukumam Sosial dan Pemberian Masker 8 Pelanggar

Dengan demikian, Mujiaman berniat dengan mendampingi posisi wakil Walikota sudah memenuhi kriteria persyaratan mendaftar di KPU Surabaya, tentu sudah mengetahui batas waktu yang ditentukan oleh KPU, Per tanggal 9 November terhitung 30 hari sebelum coblosan harus menyerahkan putusan persetujuan pengunduran diri.

“Dengan tekad bulat ini, kami sebelumnya tidak merencanakan. Termasuk untuk menghadiri undangan Parpol PKB, dan ide maju Pilkada dan mundur dari jabatan setelah mendapat tawaran dari Mahfud Arifin sebagai bakal calon Walikota yang didukung oleh 8 partai politik,” pungkasnya.

Reporter : Mooch

banner 600x310

Pos terkait