MFASBII Surabaya Rayakan 10 Muharram Bersama Ratusan Anak Yatim Piatu

Silahkan Share ke :

Surabaya, Baritabangsa.com –  Majelis Fahmil Al-Qur’an Seni Budaya Islam Indonesia (MFASBII) Surabaya, Merayakan 10 Muharram 1442 Hijriah, bersama ratusan anak yatim-piatu bertempat di Jalan Peneleh, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2020) malam.

Perayaan 10 Muharram kali ini, dihadiri  oleh Anggota Polsek dan Koramil wilayah Genteng, juga hadir tokoh agama, tokoh masyarakat dan diikuti warga Kelurahan Peneleh.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Selain di isi dengan kegiatan zikir dan pengajian bersama, juga dilanjutkan dengan memberikan santunan kepada 100 anak yatim-piatu.

Ustadz Sihabul Millah, Dalam sambutannya, bangga dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat sekitar dan panitia yang  telah bergotong royong, saling bahu membahu membantu mensukseskan acara perayaan 10 Muharram dan bersedekah kepada anak yatim piatu.

Berita Menarik Lainnya:  Berlakukan One Way, Satu Jalur Jalan Stasiun Kota Surabaya

“Siapa lagi, kalau bukan kita bersama yang menyantuni anak-anak yatim-piatu.” kata Ustadz Sihabul.

Menurutnya, harus tetap bersyukur, masih diberi kesehatan, Karena saat ini, Massa Pandemi Virus Corona (Covid-19) dan Alhamdulillah tetap bisa merayakan kegiatan 10 Muharam tahun 2020 ini, Walapun terasa beda di tahun sebelumnya, Tapi berjalan lancar tanpa suatu halangan apapun.

Ustadz Sihabul juga mengajak masyarakat terutama para Ulil Amwal untuk terus meningkatkan amal bersedekah terutama kepada anak yatim-piatu atau kepada para mustahiq lainnya.

“Untuk berbuat kebaikan itu, terkadang awalnya perlu ‘dipaksakan’ sehingga nantinya terus menjadi kebiasaan dan keikhlasan, kitapun mendapatkan pahala dan bisa membantu sesama.” tutur Ustadz Sihabul.

Berita Menarik Lainnya:  Lazisnu Kota Surabaya Bersama BPKH Distribusikan Hewan Kurban Kepada Ponpes dan Banom NU

Karena Tahun Baru Islam atau bulan Muharram adalah salah satu momen yang sering dijadikan sarana berbagi rezeki pada anak yatim yaitu pada 10 Muharram yang dikenal sebagai Lebaran anak yatim.

Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram). Dimana pada tanggal tersebut, Nabi Muhammad SAW menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Ustaz Sihabul juga memaparkan keutamaan Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Tahun Hijriah. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, di bulan Muharram salah satu ibadah yang bernilai pahala besar adalah membelai anak-anak yatim yang diartikan sebagai menyantuni anak yatim.

Berita Menarik Lainnya:  Pelajar NU Krembangan Surabaya Gelar Konferensi Bersamaan dengan Harlah IPNU-IPPNU Setempat

“Maka membelai anak yatim di bulan Muharram itu luar biasa. Satu helai rambut seperti ukuran bersedakah satu qirath. Satu qirath itu hitungannya Gunung Uhud. Itu pahalanya ada yang menyatakan seperti itu,” papar Ustadz Sihabul.

Menyantuni anak yatim menjadi amalan yang berdampak sangat besar, sehingga ganjarannya pun luar biasa. Sedekah yang diberikan pada anak yang telah kehilangan orangtuanya ini bisa membantu mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Karenanya bisa juga disebutkan sebagai amal jariyah yang tidak terputus.

“Ayo, kita bersama-sama membantu anak (yatim) untuk bertahan hidup, karena orangtuanya sudah tidak ada, seperti satu anak yatim kalau enggak diurus akan seperti apa nantinya (masa depan), tapi kalau kita bantu sampai dia tumbuh berapa surga yang akan kita dapatkan,” tutup Ustadz Sihabul.

Reporter : Mooch

banner 600x310

Pos terkait