Menengok Usaha Pengrajin Peti di Masa Pandemi

Husnaini, pengrajin peti asal Mojowarno Jombang
Keterangan foto : Husnaini, pengrajin peti asal Mojowarno Jombang
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jombang – Mengenal sosok pengrajin peti di masa pandemi, pastinya melihat dari sisi caranya yang berupaya usahanya semakin laris. Namun hal itu dibenarkan oleh Husnaini salah satu pengrajin barang furniture di Jombang.

Mengenal laki-laki yang telah berusia 62 tahun itu, dirinya telah berprofesi sebagai tukang pengrajin sejak puluhan tahun yang lalu. Namun demikian, dirinya mempunyai usaha kerajinan peti itu berawal dari menganalisa keadaan masyarakat sekitarnya.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

“Sebelum pada tahun 2010 itu saya sudah bekerja sebagai pengusaha mebel di rumah. Setelah saya mengetahui masyarakat sekitar itu mayoritas umat kristian, maka saya bertanya-tanya kebutuhannya di waktu itu seperti apa gitu. Sehingga dikatakan butuh pengrajin yang bisa membuat peti,” ujarnya saat ditemui media Beritabangsa.com, Minggu (27/6/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Sambut Bulan Suci Ramadhan, Fatayat NU Surabaya Gelar Megengan Kubro

Setelah itu pria asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang tersebut mencoba-coba membuat peti yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena baginya kala itu masih was-was terkait ketidaksamaannya.

“Maka dari itu, selain silaturahim saya juga sering bersosialisasi dengan ummat agama lainnya. Disisi lain itu saya belajar mengetahui peti yang diinginkan,” katanya.

Secara tidak langsung, dirinya mulai bisa dan menyesuaikan dalam pembuatannya. Sehingga dirinya mampu mengembangkan peti itu darin kabar-kabar ke sejumlah penduduk dan ditolong sebagian dari ummat Kristen tersebut.

Menginjak tahun 2010 dirinya sudah seringkali menerima pesanan peti, karena diceritakan bahwa ummat Kristen sekitar wilayahnya sudah tidak bingung lagi bila mendengar kabar duka. Jadi waktu itu, pria yang kerap disapa Husnaini itu sangat disegani dan dibutuhkan.

“Selain itu, mereka juga membantu dari menginformasikan kepada ummat saudara-saudaranya yang berada di luar daerah juga, seperti pesanan dari daerah malang. Sehingga pada waktu itu, saya mulai mencari karyawan,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  PSI: Kuasai Permasalahan Surabaya, Eri Cahyadi Tampil Lebih Meyakinkan

Di awal membuka usaha, dirinya hanya mempunyai empat karyawan yang tiap hari menemaninya saat bekerja. Setelah berjalan beberapa tahun kemudian, pada pertengahan bulan tahun 2020 dirinya mengalami perubahan.

Tentu yang awalnya, dirinya hanya seorang pekerja mebel dan pengrajin peti untuk ummat Kristiani, berubah menerima pesanan peti yang untuk masyarakat yang sesama agamanya sebagai alat atau tempat orang yang meninggal saat hendak ditaruh dalam kuburan.

Mulai bulan Maret tahun 2020, virus Covid-19 perlahan sudah meluas di berbagai wilayah di negara Indonesia. Setelah mengetahui kasus Covid-19 semakin meningkat, dan kematiannya banyak, membuat dirinya harus menambah karyawan kembali dengan adanya pesanan peti yang semakin membludak.

“Pas pertengahan masa corona ini ya lumayan banyak pesanannya, setelah itu lama kemudian menurun sampai lumayan lama sih. Dan pas bulan Mei ini pesanan meningkat secara cepat, sehingga kadang tiap harinya itu dari kami harus menghasilkan sebanyak 10 peti,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  TMMD ke 110 Resmi Dimulai, Bupati Salwa : Ini Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah

Dalam usahanya terdapat dua jenis peti yang dihasilkan, dari yang ukuran anak muda dan dewasa. Untuk harganya tetap diatur bagi peti yang ukuran kecil seharga Rp 600 ribu, sedangkan untuk yang ukuran dewasa sebesar Rp 800 ribu rupiah.

Sementara dalam proses pembuatannya, berawal dari memotong kayu mahoni dan memakunya dengan tepat, serta di dempol dan di plitur.

Dari situ harapnya mengatakan, terutama Covid-19 supaya semakin meredah dan tuntas selesai, agar penyakit atau virus yang ada tidak menyebar luas.

“Ya walaupun nanti kalau Covid-19 ini selesai, saya akan mencari kreativitas atau karya dalam bidang kerajinan saya ini yang sesuai. Intinya tetap bersyukur, sudah ada yang ngatur,” tutupnya

Reporter : Fa’iz
Publisher : Maab

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280