Machfud Arifin Beberkan Kecurangan Pilwali Surabaya Dihadapan MK

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Kandidat paslon nomer 02 Pilwali Surabaya, Machfud Arifin – Mujiaman membeberkan kecurangan pelaksanaan pemilihan walikota (Pilwali) Surabaya tahun 2020 dihadapan Majelis Hakim MK di Mahkamah Konstitusi di Jakarta.

“Kami mengucapkan syukur dan terima kasih atas kebesaran hati serta kebijaksanaan Yang Mulia, telah menerima permohonan kami, terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah Kota Surabaya yang jauh dari prinsip jujur dan adil,” kata Machfud Arifin kepada Majelis Hakim MK. Rabu 27 Januari 2021.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Peletakan Batu Pertama Kantor Sekretariat PRNU Karang Nangger
banner 1920x1080

Mahfud Arifin membeberkan kecurangan-kecurangan di sepanjang proses pelaksanaan Pilwali 2020 di Surabaya, mulai keterlibatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat itu sebagai top manajer di Pemkot Surabaya, para kepala dinas, kepala pemerintahan, aparatur sipil negara hingga keterlibatan para lurah.

“Sepanjang proses pilwali, paslon nomor urut 02 tidak hanya berkompetisi dengan Pasangan Calon Nomor Urut 01, akan tetapi kami melawan sistem yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM),” bebernya.

Berita Menarik Lainnya:  Kopi Mbegendeng Undar Jombang, Sajikan Sensasi Ngopi Ala Santri

Wali Kota Risma saat itu menyampaikan pesan-pesan serta ajakan untuk memilih 01 yakni pasangan Eri-Armuji. Bahkan menghiraukan kebersamaan membangun kota selama 10 tahun.

“Jika tidak memilih nomor 1, maka Surabaya akan hancur, itu disampaikan secara tertulis,” terang Machfud Arifin.

“Berharap muncul kembali di hadapan Majelis Hakim MK melalui forum penyelesaian sengketa hasil pemilihan kepala daerah,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya:  20 Tim Kampanye PSI Surabaya All Out Menangkan Eri Cahyadi Sebagai Walikota Surabaya

Reporter : Maab
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait