Komunitas WISMAN Kunjungi Nenek Satriya Yang Viral Lantaran Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Komunitas WISMAN (Wisata Mancal) mengunjungi nenek satriya yang beberapa hari sebelumnya menjadi buah bibir dikalangan masyarakat karena tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

 

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Ketua Wisman Ahmad Dhafir menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai pada Nenek Satriya. Menurutnya bantuan itu merupakan hasil patungan semua anggotanya yang terdiri dari sejumlah pegawai DPRD, dan anggota dewan.

 

Berita Menarik Lainnya:  Polres Bondowoso Ingatkan Disiplin 3M di Keramaian

“Ini bentuk kepedulian teman-teman, membantu sesama,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu ( 13/2/2021).

 

Ia menerangkan, donasi tersebut juga diharapkan bisa digunakan untuk merenovasi rumah berdiameter 4×3 m2 milik.

 

Adapun, untuk segala bantuan yang selama ini tak bisa diterima karena masih atas nama almarhum suaminya.

 

“Saya sudah sampaikan ke Kepala Dinsos, sudah diurus. InsyaAllah, mulai bulan depan bisa diurus lagi. Karena itu uang negara, jadi harus dipertanggung jawabkan,” urainya.

 

Dhafir, membenarkan bahwa masih ada banyak warga di Bondowoso yang belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karena itulah, menjadi kewajiban semua pihak untuk peduli.

Berita Menarik Lainnya:  Bumikan Jargon Restorasi, DPD Nasdem Bondowoso Sapa Warga Dengan Gowes

 

“Siapa pun sebagai pejabat punya tanggung jawab. Bahwa, hakikat pemerintah bagaimana mensejahterakan rakyat.  Menyiapkan papan, pangan rakyat,” urainya.

 

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini pun menjadi catatan kecil untuk semua pihak. Bahwa, ini kondisi masyarakat Bondowoso, perlu kepedulian semua pihak..

 

“Mereka punya hak yang sama, ber-KTP yang sama,” tutupnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Kembang Kecamatan Bondowoso hidup sebatangkara di tengah kondisi hidup yang amat memprihatinkan. Adalah mbah Satria, seorang pemulung yang telah lama ditinggal mati oleh suaminya.

 

Mbah Satria tinggal di rumah tak layak huni berdiameter 4×3 m2 di dekat bantaran sungai tepatnya di RT 24 Rw 08. Ia tinggal terpisah dengan ke-dua anaknya yang masing-masing telah berkeluarga.

Berita Menarik Lainnya:  Wadir Intelkam Polda Jatim Sebut Pesantren Berfaham NU Menjadi Filter Aliran Radikal

 

Kondisi rumah yang ia huni sudah rusak, bahkan hampir roboh. Tak ada sekat antara tempat tidur dan dapur. Di dalam rumah mbah Satriya tidur bersama sampah yang ia pungut.

 

Perempuan berusia 83 tahun ini tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah maupun pusat sejak lima tahun terakhir. Atau semenjak ditinggal mati suaminya.

 

Setelah ramai diberitakan, sejumlah relawan, komunitas bahkan perwakilan pemerintah seperti BPBD, Dinsos, Kecamatan turun langsung memberikan bantuan.

 

Reporter : Muslim
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait