Kepala Desa Banyusokah Kabupaten Sampang, Berikan Klarifikasi Uang Ganti Rugi Pembokaran Kuburan

Silahkan Share ke :

Sampang, Beritabangsa.com Kepala Desa (Kades) Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang memberikan klarifikasi atas tuduhan miring terhadap dirinya terkait uang ganti rugi terhadap ahli waris pemilik kuburan yang di bongkar seperti yang di tuduhkan seorang lelaki Bernama Nasir, yang sudah memberikan pernyataan pada publik dan media sosial bahwa dirinya (Kades.red) sudah menggelapkan uang ganti rugi yang di maksud saudara Nasir tersebut.

“Yang ia tuduhan Itu tidak benar .”Bantah Sorah, selaku Kepala Desa Banyusokah, Kabupaten Sampang, (03/12/2020).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Carissa Jadi Muallaf Dibawah Bimbingan MDS RA Jatim
banner 1920x1080

Kepala Desa Banyusokah waktu di temui awak media di kediamannya menjelaskan, Apa yang di tuduhkan saudara Nasir, Terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), pasal tulang belulang manusia yang ada di pesisir pantai Banyusokah, tepatnya di Dusun Karang Barat, yang diakibatkan oleh perencanaan pembangunan tambak udang itu tidak benar.

“Faktanya sampai sekarang ini tidak ada pembangunan tambak di area lahan bekas kuburan itu, karena itu baru perencanaan, dan sebelum saya menjabat sebagai Kepala Desa, eksploitasi tambang pasir liar di tempat itu sudah ada,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Debat Publik Perdana, ErJi Komitmen Meneruskan Kebaikan Program Terbaik Walikota Surabaya Risma

Pelaku penambang pasir tu semua, diduga adalah saudara Nasir, hinggga menyebabkan abrasi pantai yang sangat parah, dan menyangkut uang ganti rugi pemindahan kuburan pada ahli waris pemilik kuburan di lahan tambang pasir ilegal.

“Urusan itu, saya juga tidak ikut campur karena menurut informasinya uang tersebut sudah di bagikan oleh saudara Hodri pada semua ahli waris pemilik kuburan.”jelasnya.

Menurutnay, sudah mencegah saudara Nasir agar menghentikan penggalian pasir di area lahan bekas kuburan tersebut, tapi tidak di gubrisnya malahan palang dan plakat larangan menambang pasir di buka paksa oleh Nasir.

“Anehnya yang di sudutkan adalah saya selaku kepala desa setempat, padahal penyebab dari terjadinya abrasi pantai tersebut adalah akibat dari eksploitasi penambangan pasir liar yang di lakukan oleh N.” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemakaman Covid-19 di Keputih Surabaya Alami Lonjakan

Lanjut Kepala Desa mengapa dari pihak DPP LSM Elang Putih Indonesia (Epindo), kenapa tidak mengklarifikasi dulu.

“Kenapa bisa menindak lanjuti laporan dari sebelah pihak dan mengatakan saya sudah melanggar HAM terkait pembongkaran kuburan, yang tidak lain pelakunya adalah Nasir CS, kesalnya untuk hasil pasirnya, di jual bebas di pasaran,” ungkapnya.

Hal ini tidak bisa di biarkan dan pihaknya akan menempuh jalur Hukum, dengan melaporkan Nasir CS pada APH terkait.

“Dengan tuduhan miring dugaan pelanggaran HAM.” pungkasnya.

 

 

Reporter : Umar

banner 600x310

Pos terkait