Kadisdikbud Jombang: Metode Pembelajaran Tatap Muka Ini Tidak Selamanya

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jombang – Metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang baru diterapkan pada 6 April 2021, tidak akan berujung selamanya. Pasalnya, metode tersebut hanya diterapkan saat kondisi pandemi di wilayah Jombang kian membaik.

Agus Purnomo Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jombang, menyatakan bahwa metode pembelajaran di berbagai instansi pendidikan akan kembali normal. Pasalnya, metode pembelajaran pendidikan akan kembali secara normal dan langsung sebagai mana mestinya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Giat Patroli Skala Besar dan Penertibam Masker
banner 1920x1080

“Untuk metode PTM ini hanya sementara dan tidak selamanya, karena PTM ini sebagai refleksi kerinduan semangat berjuang peserta didik di masa pandemi COVID-19. Tentunya data zona Jombang kuning dalam artian data pandemik di Jombang telah membaik,” ungkap Kadisdikbud kepada Beritabangsa.com. Minggu, (18/04/2021).

Lanjutnya, untuk mengembalikan metode pembelajaran secara normal dan langsung, terdapat beberapa hal yang harus diketahui dan dipatuhi oleh beberapa peserta didik khususnya SD dan SMP di Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  PTM di Jombang Tunggu Evaluasi Sampai Covid Melandai

“Metode pembelajaran secara normal biasanya akan di terapkan dengan beberapa persyaratan berikut, terutama selama metode pembelajaran tatap muka ini diterapkan tidak ada permasalahan, kedua zona di Jombang kalau sudah hijau, serta perbandingan akan membaik bermanfaatnya bagi masyarakat dan tentunya bilamana sudah punya izin dari kepemerintahan Jombang,” ucapnya.

Demikian zona di Jombang masih kuning, metode pembelajarannya masih harus tetap dengan ketat mematuhi segala penerapan protokol kesehatan dan persyaratan lainnya di sekolah.

Diketahui sebelumnya, bahwa metode yang baru mulai sejak 6 April 2021 itu diterapkan di berbagai instansi pendidikan Jombang yakni metode Pembelajaran Tatap Muka. Yang mana berbagai instansi pendidikan telah memenuhi persyaratan sebelumnya dan mempunyai surat pernyataan wali murid untuk mensupport pembelajaran tersebut diterapkan dengan berbagai macam peraturan jenis protokol kesehatan.

Berita Menarik Lainnya:  Hardiknas 2021, Kadisdikbud Jombang Refleksikan Pendidikan di Masa Pandemi

Sementara saat di pantau secara langsung oleh Mundjidah Wahab Bupati Jombang pada penerapan hari pertama di berbagai instansi pendidikan Jombang. Hal itu ia menegaskan bahwa 80 persen di pendidikan di Jombang telah mulai melaksanakan metode tersebut, untuk 20 persennya masih belum bisa yang dikarenakan beberapa persyaratan masih belum tuntas.

Reporter : Fa’iz
Publisher : Maab

banner 600x310

Pos terkait