Jelang Pilkada 2020, LKBH-BI Temukan Calon Kepala Daerah Diduga Terlibat Kasus P2SEM

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – LKBH-BI (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Bintang Indonesia) mencatat ada beberapa calon kepala daerah di jawa timur diduga bermasalah dengan hukum.

Peraturan Gubernur Jawa timur No. 72 Tahun 2008 tentang Pedoman Program penanganan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM) dalam rangka pelaksanaan bantuan hibah Program penanganan Sosial ekonomi masyarakat merupakan kebijakan Pemerintah provinsi Jawa timur yang dilakukan untuk mengatasi masalah akibat krisis ekonomi global dengan pendekatan penguatan ekonomi lokal di wilayah pedesaan dan perkotaan serta penanganan sosial.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pasutri dan Mertua Kompak Melakukan Curas
banner 1920x1080

Ahmad Mudabir, S.H selaku Ketua LKBH-BI mengaku prihatin, pasalnya menjelang Pilkada serentak 2020, mencuat kembali ada beberapa calon kepala daerah di Jawa timur diduga terlibat kasus P2SEM.

Jabir sapaan akrabnya menilai, keikutsertaan calon-calon kepala daerah yang diduga bermasalah dengan hukum ini bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi.

“Secara integritas yang di khawatirkan mereka akan mengulangi perbuatannya,” katanya kepada Media ini. Rabu (30/9/2020).

Jabir kembali menjelaskan, secara hukum, bekas narapidana dan tersangka korupsi legal berhak mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Dasar hukumnya Undang Undang No. 8 tahun 2015 tentang Pilkada dan Undang Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Berita Menarik Lainnya:  Pelaku Pengeroyokan Berujung Kematian Masih ABG

“Dalam regulasi ini tersangka korupsi bisa mencalonkan diri sebagai kepala daerah dengan dalih belum berstatus narapidana. Sedangkan bekas narapidana dianggap memiliki hak untuk dipilih dalam pilkada,” jelasnya.

Lebih lanjut jabir menilai, adanya calon kepala daerah di pantura dan tapalkuda yang diduga kuat terlibat kasus P2SEM juga menjadi gambaran bagi masyarakat untuk memilih calon pemimpin. Menurutnya masyarakat harus cermat dan jeli untuk menilai para calon kepala daerah.

Berita Menarik Lainnya:  Blusukan ke Pasar Babat, Suhandoyo-Astiti Janji Beri Akses Modal ke Pedagang

“Ya kalau sudah diduga terlibat kasus P2SEM harusnya tidak layak dipilih sekalipun kita punya asas praduga tidak bersalah,” ungkapnya.

Sesuai data yang dipegang pihaknya, Jabir mengatakan rekapitulasi usulan kegiatan P2SEM di Jawa timur tahun 2008 ada dua mantan DPRD Provisi Jatim yang maju sebagai calon Kepala daerah dan wakil melalui perseorangan dan Partai yang diduga terlibat kasus P2SEM.

“Kami tidak kegebah untuk langsung meneruskan temuan data ini, karana kami perlu melakukan kajian kebenaran data yang kami punya terlebih dahulu sebelum meneruskan laporan terhadap kejaksaan tinggi,” pungkasnya.

banner 600x310