Jadi Menag, Gus Yaqut Sampaikan 3 Hal Penting

Beritabangsa.com, Jakarta – Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menag (Menteri Agama) menggantikan Fachrul Razi. Ada tiga hal penting yang ia sampaikan, Pertama, Gus Yaqut mengatakan tak ingin agama dijadikan alat politik untuk menentang pemerintah.

“Setelah resmi menjadi Menag, yang pertama ingin saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi,” kata Gus Yaqut di Veranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/12), usai Presiden Jokowi melantiknya.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Gus Yaqut melanjutkan, bahwa agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan menjadi alat politik, baik untuk menentang pemerintah, merebut kekuasaan, maupun mungkin untuk tujuan-tujuan yang lain.

Berita Menarik Lainnya:  Wow, Djaran Goyang Hingga SP 86 Rokok Ilegal Dirazia Petugas Gabungan

Pria kelahiran Rembang 1975 itu mengatakan, agama lebih baik dibiarkan untuk menjadi inspirasi dan biarkan agama ini membawa nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kedua, meski saya akui tidak mudah, yaitu bagaimana bisa meningkatkan ukhuwah islamiyah bangsa ini sebagai bangsa dengan mayoritas pemeluk agama Islam. Negara ini akan damai jika sesama muslim sesama umat Islam ini memiliki ukhuwah di antara mereka,” katanya.

Politikus PKB itu juga ingin meningkatkan ukhuwah wathaniah atau persaudaraan sesama warga bangsa.

Putra dari salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Muhammad Cholil Bisri itu mengatakan, hal tersebut penting karena semua tahu bahwa Indonesia ini merdeka, lepas dari kolonial itu karena perjuangan dari semua agama, bukan hanya umat Islam, melainkan juga umat Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan semua agama di Indonesia.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua DPRD Bondowoso Sebut KUA-PPAS 2021 Tak Sesuai Dengan RPJMD

Gus Yaqut menambahkan bahwa pada waktu pergolakan mencapai kemerdekaan semua umat agama di Indonesia terlibat berjuang sehingga penting ukhuwah wataniah ini dibangkitkan kembali.

“Agar tidak ada satu kelompok pun, satu agama apa pun yang mengklaim memiliki negara ini, semua berhak memiliki negara ini,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya ukhuwah basyariah, persaudaraan atau persatuan sesama umat manusia.

“Saya sering mengutip apa yang disampaikan oleh sahabat Nabi, sahabat Ali Karramallahu Wajhah bahwa barang siapa mereka yang tidak saudara dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan ini saya kira penting untuk menjadi kesadaran bagi seluruh warga bangsa ini,” jelasnya.

Jika ini dilakukan, Yaqut meyakini ke depan Indonesia ini akan jauh lebih tenteram dan pembangunan akan berjalan lebih mudah untuk diwujudkan. Lalu yang ketiga, Gus Yaqut ingin memajukan pendidikan agama.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa Bersama Gugus Tugas Covid 19 Berikan Bansos Untuk Warga Terdampak

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memajukan pendidikan-pendidikan agama di lingkungan Kementerian Agama, pendidikan agama apa pun, termasuk di dalamnya pondok pesantren,” kata pria yang lahir pada tanggal 4 Januari 1975 itu.

Ia ingin agar pondok pesantren didorong untuk mandiri dan pada akhirnya bisa melahirkan kader-kader terbaik bangsa dan kader-kader terbaik yang bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini.

“Yang terakhir saya mohon doa restu kepada bapak ibu sekalian dan seluruh rakyat Indonesia agar amanah ini bisa saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, istikamah dalam kebaikan dan tentu saja membawa kemajuan kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Reporter : Ais

banner 600x310
[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *