Ini Nasib Kades Klantingsari, Staf dan Perangkat Usai OTT Pungli PTSL

Tiga tersangka OTT Pungli PTSL saat digelandang menuju rutan kejaksaan tinggi Jatim | Foto: Muhaimin
Tiga tersangka OTT Pungli PTSL saat digelandang menuju rutan kejaksaan tinggi Jatim | Foto: Muhaimin
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – SIDOARJO – Tiga orang tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pungli Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Mereka adalah Ayu Indah Lestari, staf desa, dan Supratono, perangkat desa.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Perbaiki Ekosistem Ketenagakerjaan, Menaker Ida Ungkap Tiga Kebijakan
banner 1920x1080

Sebelumnya, Kamis (07/10/2021) beberapa bulan lalu Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan OTT terkait dugaan pungutan liar PTSL Dalam kasus ini Kepala Desa Klantingsari Wawan SB ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sidoarjo Aditya Rakatama mengatakan bahwa pada hari ini, Senin (17/01/22) Kejaksaan Negeri Sidoarjo telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi pada PTSL Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Terhadap ketiga tersangka yakni Wawan SB Kades, Ayu Indah Lestari staf desa dan Supratono, perangkat Desa.

Berita Menarik Lainnya:  Panggil Direksi PT Bahana Line Penyidik Polda Jatim Risih Dikonfirmasi Wartawan

“Ketiganya kita tahan dalam 20 hari ke depan di Rutan Kejati Surabaya, untuk menunggu persidangan,” katanya, Senin (17/01/22).

Untuk dua tersangka yakni Ayu dan Supratono baru hari Senin ini ditahan oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Sebelumnya kedua orang tersangka tersebut menjadi tahanan kota.

“Keduanya selama ini menjadi tahanan kota,” katanya kepada Beritabangsa.com.

Ketiga tersangka punya peran berbeda dalam praktik pungli tersebut. Untuk Kades Wawan perannya sebagai otak dalam pungli PTSL tersebut. Sedangkan Ayu perannya menyimpan hasil pungli di rekening pribadinya, sebesar Rp81 juta rupiah. Sedangkan Supratono berperan sebagai penarikan uang pungli ke masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Relawan BaGus Muhaimin Sidoarjo Siap Antar Muhaimin Iskandar Presiden 2024

“Peran mereka beda-beda, dalam melakukan praktik pungli ini,” jelasnya.

Dalam perkara tersebut, para tersangka diduga menyalahgunakan wewenang, sebagai penyelenggara negara atau pejabat negara.

“Mereka disangkakan pasal 12 huruf e dan pasal 11, Undang-undang tindak pidana korupsi nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait