Hindari Stigma Negatif, Seleksi Tes Perangkat Desa Digelar Secara Terbuka

Bondowoso, Beritabangsa.com – Untuk menghindari stigma negatif yang beredar di kalangan masyarakat, bahwa orang dekat Kepala Desa bisa menjadi perangkat desa, Pemerintah Kecamatan Curahdami menggelar tes seleksi calon perangkat desa secara terbuka di Pendapa Kecamatan Curahdami, Kamis (1/9/2020).

Camat Curahdami, Dodik Siregar, mengatakan, pelaksanaan seleksi perangkat desa tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomer 69 Tahun 2018 tentang struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Sidoarjo Umumkan Hasil Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Tinggi Pratama
banner 1920x1080

“Kita (Pemerintah Kecamatan) hanya fasilitator untuk peserta. Karena induknya perangkat desa ini di kecamatan. Makanya kami tempatkan di Pendapa biar kesannya tidak kucing-kucingan,” jelasnya.

Tahapan pelaksanaan seleksi perangkat desa tersebut, menurut Dodik, telah dilakukan. Mulai dari pengumuman, pendaftaran, verifikasi dan proses pelaksanaan tes.

“Meski tenggat waktu pengumuman hingga pelaksaan terlalu lama, hampir satu bulan. Ya, karena di desa masih banyak kegiatan dan terkendala covid ini juga,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Andjar Jabat Pj Sekda, Bupati Sidoarjo Tugaskan Kawal Proyek Strategi

Menurut Dodik, pelaksanaan seleksi tersebut sempat dikeluhkan oleh masyarakat Poncogati. Warga sekitar meminta agar dipilih dengan penunjukan langsung oleh warga sekitar.

“Meski warga meminta begitu, tetap kita laksanakan sesuai Perbup No 69 Tahun 2018 yang berlaku. Intinya, warga setempat harus mengikuti tes dan penghasilannya sudah memenuhi standart UMK untuk perangkat desa,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Warga Sumber Salak Minta Penegak Hukum Tegas Dalam Kasus Korupsi di Desanya

Sementara itu, Kepala Desa Penambangan, Martha Suprihastini , mengatakan, untuk kebutuhan perangkat desa di wilayahnya yakni satu orang, kaur perencanaan.

“Karena ada dua pendaftar, maka kami ikutkan seleksi terbuka di kecamatan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Poncogati, Juhari, menjelaskan, dari kebutuhan dua kasun di wilayahnya, ada sebelas peserta yang mendaftarkan diri.

“Namun saat ini, ada satu pendaftar yang tidak hadir, karena memundurkan diri,” ucapnya singkat.

 

 

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *