Hari AIDS Dunia, Bondowoso Catat 120 Kasus di Tahun 2020

Bondowoso, Beritabangsa.com – Kasus HIV/AIDS di Bondowoso selama lima tahun terakhir (2016-2020) mencapai 578 orang. Hal itu berdasarkan data dari Yayasan Pemberdayaan Intensif Kesehatan Masyarakat (Yapikma) kabupaten setempat.

Ketua Yapikma Kabupaten Bondowoso, Siwin Soliha mengatakan, bahwa Tahun 2020 saja sudah ada 120 tambahan kasus.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Datanya masih belum masuk semua. Yang sudah mengakses 578. Di tahun 2020 ada sekitar 120-an. Masih terus progres,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (1/11/2020).

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Khofifah Ajak Fotografer Promosikan Beauty Bromo pada Dunia

Menurutnya, dengan penambahan 120 tahun ini dan data belum masuk semua. Maka bisa dinyatakan cukup tinggi. Dengan kematian mencapai 20.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini. Kan kami kesulitan untuk mobile. Musimnya kan masih pandemi,” jelasnya.

Adapun untuk penularannya kata dia, paling banyak melalui hubungan seksual. “Kebanyakan menikah. Pasangannya sudah positif duluan. Biasanya seperti itu,” imbuhnya.

Selain itu kata dia, penyakit tersebut juga dibawa oleh warga Bondowoso yang pulang dari perantauan. “Jadi pulang membawa penyakit itu. Ada kasus dari luar negeri juga ada,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Sambut Hari Pahlawan Nasioal, PT KAI Daop 8 Surabaya Sosialisasi Pahlawan Lalu Lintas

Berdasarkan data tahun sebelumnya, kasus tertinggi di Bondowoso ada di Kecamatan Sumberwringin. “Tapi tahun ini tinggi juga untuk Maesan dan Tlogosari. Kemarin juga tinggi Tenggarang,” jelasnya.

Menurutnya, penderita HIV/AIDS tak harus dijauhi. Karena penularan penyakit tersebut tak sebahaya Covid-19 atau TBC. Yaitu tidak melalui udara dan percikan ludah.

“HIV/AIDS tidak mudah menular, karena penularannya melalui hubungan seksual. Kedua melalui ASI (Air Susu Ibu). Dan terakhir melalui darah,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Mencari Inspirasi, Vincent Menikmati Senja di KAI Dalam Ekspedisi Surabaya-Blitar

Di tubuh manusia, lanjut dia, memang terdapat beberapa cairan. Tetapi tidak menularkan. Misalnya air mata dan ludah.

“Sekalipun makan bareng, bersalaman itu tidak menularkan. Bahkan meskipun seseorang terkena darah penderita tapi dalam posisi tidak terluka. Maka berpotensi tidak menularkan,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat Bondowoso tetap menjaga diri dari penyakit HIV/AIDS. “Namun tidak harus mengucilkan penderitanya,” tegasnya.

 

 

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *