Fraksi PSI Pertanyakan Statement Pemkot Surabaya

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Josiah Michael anggota DPRD kota Surabaya pertanyakan statement Pemkot mengenai kasus positif COVID banyak terjadi diperumahan mewah. Menurutnya hal ini akan membuat masyarakat tersekat sekat.

“Saya rasa kurang tepat ya dalam kondisi saat ini menyatakan bahwa perumahan mewah banyak yang positif COVID,” kata Josiah Michael.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Catat Tanggal Imsakiyah Wilayah Jombang, 20 April 2021
banner 1920x1080

“Pernyataan itu bisa membuat masyarakat tersekat-sekat, fokus sekarang adalah menekan dan menyetop angka penyebaran COVID. Kalaupun memang benar banyak positif dari perumahan mewah, menurut analisa saya karena mereka lebih memiliki kemampuan fìnansial untuk melakukan test baik rapid maupun swab secara mandiri,” lanjutnya.

Menurutnya pernyataan Pemkot ditakutkan dapat menurunkan tingkat Awareness masyarakat yang tinggal diperkampungan, apalagi adanya hoax yang menyatakan bahwa COVID adalah penyakit orang kaya.

Berita Menarik Lainnya:  PSI Surabaya Kerahkan Relawan, Sasar 50.000 Rumah Warga

Tetapi Josiah juga mengapresiasi kinerja Pemkot Surabaya yang telah bekerja keras untuk menangani COVID di Surabaya.

William Wirakusuma ketua Fraksi PSI ketika diminta pendapat mengenai hal ini, malah balik bertanya “Kok diperumahan mewah? Di peta laman lawancovid19 milik Pemkot kebanyakan perumahan mewah bersih atau minim sekali kasus covid. Berarti ada yang salah datanya,” ujarnya sambil menunjukan beberapa peta perumahan mewah di Surabaya yang bersih dari tanda COVID.

Oleh sebab itu Fraksi PSI meminta kepada Pemkot untuk lebih teliti lagi dalam penanganan COVID, sebab banyak data yang salah dan tidak akurat.

Berita Menarik Lainnya:  Ultah PSI Adakan 6 Acara di 6 Kota Berbeda

“Kemungkinan karena overload pekerjaan,” lanjut William.

Tjutjuk Supariono yang anggota komisi D juga menyoroti tentang adanya pasien yg masih positif tetapi dipulangkan dari Rumah Sakit.

“Ada beberapa aduan mengenai ini. Tentu sangat berbahaya apabila memang dipulangkan, seharusnya bila memang sudah membaik bisa di karantina di hotel atau tempat lain yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya,” ujarnya.

Reporter : Umar

banner 600x310

Pos terkait