DPRD Minta Pemkab Bondowoso Anggarkan untuk Eskavasi Situs Kerajaan Majapahit

Bondowoso, Beritabangsa.com – DPRD Kabupaten Bondowoso, meminta Pemkab menganggarkan untuk eskavasi awal, penemuan situs yang diindikasi merupakan sebuah perumahan kuno, peninggalan kerajaan Majapahit di Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer.

Hal itu disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan, dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum (PU) Fraksi terhadap 9 Raperda, rancangan KU dan PPAS P-APBD Tahun 2020, Selasa (22/9/2020).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Juru bicara F-PDI, Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar, meminta agar disiapkan anggaran untuk penanganan awal penemuan situs vangunan peninggalan Majapahit di Desa Alas Sumur Pujer tersebut untuk geolistrik dan eskavasi awal.

Berita Menarik Lainnya:  Dari Lomba Hijab, Bazar BRI Dukung PKK Curahdami Ekspor Tape ke Amerika

“Mohon dijadikan prioritas karena penemuan situs berupa Bangunan tersebut merupakan keunikan tersendiri,” katanya.

Diamana kata dia, di Kota Pusat Megalitikum terdapat peninggalan era Kerajaan Majapahit. Penemuan ini juga membuktikan bahwa pasca era Megalitikum tidak putus begitu saja, akan tetapi ada rangkaian sejarah yang mengikuti.

“Dalam hal ini diharapkan keseriusan Pemkab Bondowoso, eskavasi wajib dilaksanakan sampai tuntas, penanganan awal terkait langsung dengan perencanaan tahapan berikutnya, dengan adanya penemuan situs tersebut akan menambah khasanah potensi Kabupaten dan targetnya adalah peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Sementara mengenai keberadaan situs yang berada di pemukiman padat penduduk. Wakil ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat mengatakan, nanti bisa dibicarakan.

“Makanya dalam waktu dekat segera melakukan geolistrik dan eskavasi awal. Yang baru ditemukan pagarnya. Kalau ada pagar pasti ada yang dipagari,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Mengaku Tak Terlibat Penebangan Pohon Sonokeling, Kepala DLHP Sebut PUPR Jadi PJ

Pihaknya meminta menganggarkan untuk geolistrik. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang bertujuan mengetahui sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah.

“Saya minta anggarkan di Perubahan APBD Tahun 2020 ini. Sudah ada anggarannya. Kira-kira Rp 150 juta, untuk awal saja,” jelas Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Tim dari BPCB Jatim (Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur) melakukan kajian awal, atas temuan bata kuno di Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso, Rabu (16/9/2020) kemarin.

Bata kuno itu ditemukan oleh salah seorang warga, Abd Ghani, saat menggali sumur, persis di samping rumahnya. Benda tersebut berada di kedalaman 5 meter.

Berita Menarik Lainnya:  Jelang Kedatangan Menparekraf, Pemkab Bondowoso Lakukan Persiapan

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, bahwa dari hasil pengamatan langsung, susunan bata yang ada di kedalaman 5 meter itu merupakan struktur dari sebuah bangunan.

Sementara dari segi ukuran, bata kuno tersebut bagian dari Majapahit. Adapun ukurannya, panjang 30 cm, lebar 17 cm dan ketebalan 5 cm.

“Karena teknisnya gosok pasti susut. Ukuran aslinya kemungkinan panjang 32 cm, lebar 20-21 cm, dan tebal 6-7 centimeter. Ini merupakan ciri dari bata masa Majapahit,” tegas saat turun langsung ke Bondwoso.

Selain ditemukan struktur bangunan Kerajaan Majapahit di Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer Bondowoso itu, juga ditemukan keramik diduga peninggalan masa dinasti Yuan.

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *