Debat Pilkada Lamongan, Pengamat: Suhandoyo-Astiti Suwarni Terlihat Lebih Leluasa

Beritabangsa.com, Lamongan – Dalam debat publik perdana Pilkada Lamongan 2020 (14/11/2020) turut memantik komentar Surokim Abdussalam, Peneliti Senior SSC (Surabaya Survey Center), ia menilai pasangan calon nomor urut 1 Suhandoyo-Astiti Suwarni terlihat lebih leluasa menyampaikan semua gagasan dan visi misi.

“Bisa jadi karena pasangan ini bukan merepresentasikan sebagai incumbent sehingga terlihat tidak ada beban. Pak Handoyo dan Bu Astried seolah bisa berkomunikasi langsung dengan pemilih masyarakat Lamongan lebih natural,” katanya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Temukan 5 Juara, Lomba Surabaya Gelar Audisi Bintang Iklan 2021
banner 1920x1080

Lebih lanjut Dekan Fisip UTM (Universitas Trunojo Madura) itu menilai, keduanya terlihat bisa berbagi waktu dan bisa bertanya lebih mendalam.

“Setelah saya mengamati, Pak Handoyo-Asiti saling mengisi dalam bertanya dan menjawab. Pembawaan keduanya terlihat tenang,” lanjutnya.

Namun secara umum, debat pilkada Lamongan berjalan landai dan datar saja. Artinya surokim membeberkan belum terlihat progresivitas, khususnya dalam menawarkan gagasan gagasan progresif untuk perubahan dan perbaikan.

Berita Menarik Lainnya:  PPKM Diperpanjang, DPR RI Slamet Ariyadi: Pemerintah Harus Perhatikan Masyarakat Terdampak

Hal positif yang bisa dilihat dalam debat ini semua paslon punya respek dan fatsun dalam berdebat sehingga debat berjalan cukup kondusif dan konstruktif.

“Sebagai sebuah panggung debat pilkada menurut saya sudah cukup konstruktif kendati tidak terlihat mendalam masih permukaan saja belum substantif progresif,” tandas Dosen Komunikasi Politik itu.

Sementara Surokim melihat paslon nomor urut 2 karena berpengalaman di birokrasi sehingga bisa menguasai permasalahan dan juga memberi solusi. Ketenangannya juga bagus, gaya komunikasi lebih formal.

Berita Menarik Lainnya:  Soal Inisiatif Ultah Gubernur, Surokim: Harus Ada Teguran Keras dan Sanksi ke Sekdaprov Jatim

“Sedangkan pasangan calon nomor urut 3 setelah saya amati, mereka berusaha berada di tengah dengan gaya komunikasi kombinatif. Terlihat taktis, tetapi belum bisa komunikatif,” pungkasnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *