Bertepatan Hari Internasional Women’s Day, IKA PKD PMII UTM Adakan Dialog Interaktif

Silahkan Share ke :

Bangkalan, Beritabangsa.com – Sebagai refleksi peringatan hari perempuan internasional, Ikatan Alumni (IKA) Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan Rencana Tindak lanjut dengan Dialog Interaktif yang bertepatan pada hari Internasional Women’s Day yang bertempat di Cafe Abel Telang Kamal Bangkalan. Minggu, (8/3/2020).

Terlaksananya agenda tersebut karena PMII UTM berkerjasama dengan pihak Kepolisian Resort Bangkalan yang juga menjadi narasumber didalam Dialog Interaktif tersebut dengan mengangkat beberapa isu kasus keperempuan yang ada di kabupaten Bangkalan yang tidak kunjung selesai seperti halnya KDRT, kekerasan terhadap perempuan, pelecehan seksual baik yang secara langsung maupun yang berbasis Cyber.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Ritual di Laut Selatan, 11 Orang Tewas
banner 1920x1080

Salah satu narasumber dari Pihak kepolisian Resor Bangkalan Risna Wijayati sangat mengapresiasi kegiatan PMII UTM tersebut. Ia mengharap bahwa dialog ini bisa berkelanjutan dan saling memberikan masukan serta mencari solusi.

Kami sangat terbuka jika ada issue-issue yang perlu di bahas lagi kedepannya. Sedangkan kasus-kasus perempuan yang sering masuk ke polres Bangkalan yaitu KDRT, pelecehan Seksual, Persetubuhan dibawah umur (Korban anak perempuan)”. Dan kami telah melakukan proses penanganan dan pencegahan,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Bangkalan Hadiri Upacara Ziarah Nasional Dalam Rangka Hari Pahlawan 2020

Di moment Internasional women’s Day ini pihaknya mengajak kepada seluruh perempuan untuk selalu berkarya.

Entah itu berkarya untuk diri sendiri, berkarya untuk keluarga, dan berkarya untuk lingkungan sekitar kita,” tambahnya.

Sementara Sholehatun Munawarah, selaku ketua KOPRI PMII komisariat UTM memberikan tanggapan bahwa Perempuan harus mampu memimpin, dengan adanya peringatan hari perempuan Internasional ini, maka diharapkan kader PMII kembali membuka Ingatan sejarah.

Kita harus mengingat tentang sejarah pergerakan perempuan melawan segala stigma yang melekat pada dirinya, perempuan harus bisa meningkatkan kualitas dirinya agar mampu berdaya saing serta menunjukkan bahwa perempuan bisa berkompetitif di berbagai sektor, saatnya perempuan bangkit,” tutur mahasiswi juara 1 MAWAPRES Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Polsek Kenjeran Datangi TKP Orang Gantung Diri di Pohon Bakau Pinggir Laut Tambak Wedi

Di tempat yang sama, Baihaki, selaku ketua komisariat PMII UTM juga mengapresiasi inisiatif dari seluruh panitia, ini membuktikan bahwa perempuan hari ini memiliki peran yang sangat baik terhadap bangsa dan agama.

Kedepan kopri harus bisa menjadi tauladan dan bisa menginspirasi masyarakat melalui gerakan-gerakannya,” ucapnya

Mari Tunjukkan bahwa perempuan tidak hanya identik dengan berada di dapur, sumur, dan kasur dan kopri harus menjadi panutan dan inspirator bagi perempuan lainnya,” pungkasnya.

Reporter : Aldi

banner 600x310

Pos terkait