Bangkitkan Ekonomi Lewat Pariwisata, Perum DAMRI Sediakan Trayek Wisata di Bondowoso

Bondowoso, Beritabangsa.com – Dalam membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 ini, pariwasata di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, kini tersedia trayek untuk wisata yang disediakan oleh Perum DAMRI.

Perum DAMRI bersama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, menyediakan layanan angkutan wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), jurusan Jember-Bondowoso-Ijen

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Dengan demikian para wisatawan dan masyarakat Bondowoso tak perlu membawa kendaraan pribadi, jika akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di kawasan Ijen.

Berita Menarik Lainnya:  Mario Aji Beri Khofifah Helm Balap, Khofifah Beri Mario Jaket Kulit

Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang, pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Bayu Aji Prabowo mengatakan, jasa transportasi wisata sudah mulai beroperasi mulai Senin kemarin.

Inovasi ini merupakan upaya DAMRI dalam mengakomodir kebutuhan transportasi darat, dan Pemulihan Ekonomi pada sektor wisata.

“Namun untuk launchingnya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak DAMRI,” paparnya, Senin (26/10/2020).

Sementara untuk operasional dan pengelolaan moda transportasi menjadi wewenang Perum DAMRI. Namun, pihaknya diminta untuk berperan serta dalam mendukung layanan ini dengan membangun sarana-prasarana.

Berita Menarik Lainnya:  Proposal Penolakan KAMI Bertebaran Di Medsos, Begini Penjelasan PC PMII Surabaya

“Rencananya, DLHP Bondowoso akan membangun shelter di enam titik. Yakni Museum Kereta Api Bondowoso, Simpang Gardu Atak, Simpang Sumber Gading, Teras Kopi BRI Kluncing, Area Parkir Sempol dan Paltuding,” ungkapnya.

Menurutnya, pemberhentian ditempatkan di titik tersebut guna menyangga tempat-tempat wisata di sekitarnya.

“Dalam pembangunan shelter kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso,” terangnya.

Menurutnya, apabila shelter tersebut telah terbangun, pihaknya bakal menyiapkan angkutan pengumpan berupa ojek wisata. Nantinya, angkutan berbasis masyarakat itu akan dikelola kelompok sadar wisata desa setempat.

Berita Menarik Lainnya:  Sempat Alami ODGJ dan Dipasung, Ditangani Puskesmas Normal Lagi

Nantinya kata dia, juga ada shelter terpadu di Museum Kereta Api dan Paltuding. Di sana akan ada papan promosi wisata, jadwal keberangkatan, dan produk UMKM binaan Diskoperindag.

“Dengan begitu roda perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak dan meningkat. Pembangunan shelter untuk transportasi wisata, rencananya dilakukan pada 2021. Pembangunan ini juga sebagai penunjang Ijen Geopark,” terangnya.

 

 

Reporter : Muslim

banner 600x310
[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *