Bangkit di Masa Pandemi, Warga Asal Jombang Sulap Limbah Hasilkan Puluhan Juta

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jombang – Dimasa pandemi yang tak kunjung selesai, membuat semua orang berdampak dalam segala hal, baik itu disisi pekerjaan maupun pendidikan. Sehingga untuk memulai semangat dalam berkarya atau usahanya harus memutar kelincahan otak, agar bisa kembali bangkit dari dampak pandemi COVID-19.

Hal itu dialami oleh Puji Astutik (38) asal Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Pasalnya, ia merupakan sosok ibu rumah tangga yang mempunyai usaha kerajinan alat rumah tangga yang dikelola dari limbah.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Sosok wanita yang telah berumah tangga tersebut mempunyai inisiatif untuk mengelola limbah atau sampah masyarakat, semenjak usaha menjahit tas hajatan berdampak menurun derastis di awal masa pandemi.

Berita Menarik Lainnya:  Dari Hobi, Biduan di Jombang Ini Hasilkan Ekonomi yang Bernilai Tinggi

“Di bulan awal pandemi datang, waktu itu saya masih bekerja sebagai penjahit tas yang biasa dipakai kalau ada acara seperti hajatan. Namun tak lama pandemi berdampak sehingga pesanan menurun derastis, jadi saya insiatif yang awalnya iseng-iseng mengelola limbah itu untuk dijadikan tempat duduk ‘kursi’,” ujarnya saat ditemui Beritabangsa.com, Minggu (30/05/2021).

Lanjutnya, setelah Ibu beranak 2 tersebut berhasil menyulap limbah menjadi tempat duduk. Pemikirannya dibantu oleh semakin canggihnya teknologi, sehingga pihaknya menginspirasi limbah tersebut akan dibentuk menjadi beberapa alat rumah tangga seperti kursi, meja dan lainnya.

Berita Menarik Lainnya:  Bandit Jalanan Surabaya, Dapat Hadiah Timah Panas di Kedua Kakinya

“Setelah saya browsing di google, semenjak itulah saya memulai usaha kursi stool ini dengan berbagai karya. Seperti stool panjang, stool bundar, sofa, dan lain sebagainya. Namun juga terkadang juga limbahnya juga dilukis sendiri menyesuaikan pemesanan,” unggap ibu yang kerap disapa Bu Puji.

Untuk awal pemasarannya, ia berangkat dari mulut ke mulut. Sehingga berkembang di wilayah Jombang dan bahkan bangkit meluas pesanannya hingga lua Jawa. Hal itu juga pihaknya mengatakan, dibantu dengan status media yang dimiliki seperti status WhatsApp (Wa) dan Facebook (FB).

“Awal mula pemasaran ini dengan mulut ke mulut, dari warga setempat hingga meluas. Bahkan sampai ke luar Jawa seperti Makasar, Riau dan lainnya. Alhamdulillah dengan bisa memikir dan berkarya kreatif, bisa bangkit di masa pandemi yang masih belum selesai,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  DPD PJI Jatim, Audensi di Aula Polda Jawa Timur

Tidak hanya itu saja, sementara berkat dari tajamnya pemikiran dan kreatif dalam berkarya, pihaknya sampai menghasilkan omset puluhan juta perbulan dari hasil usahanya.

“Alhamdulillah kali ini bangkit dan lumayan banyak pemesanan, tentu dalam seminggu ini saya dapat pesanan lebih. Biasanya menerima 100 pesanan, namun untuk kali ini sampai 200. Sehingga pendapatan yang saya terima Minggu ini sekitar 20 hingga 30 juta rupiah,” pungkasnya.

Diketahui, terdapat beberapa bahan yang menjadi tahanan pengelolaan dalam usahanya. Diantaranya tong kardus, papan triplek, kendang yang diambil limbahnya, serta untuk packinnya dari spon dan kain yang baru.

Reporter : Fa’iz
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280