Apes, Korban Penipuan, Erik Malah Dapat Ujaran Kebencian

Erik Wei
Tangkapan layar pesan singkat antara Erik Wei dengan PN.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Seorang pria asal Surabaya bernama Erik diduga menjadi korban penipuan barang supplier oleh seorang oknum wanita berinisial PN warga Karang Pilang, Kota Surabaya.

Erik pun mengklaim telah mengalami kerugian hingga puluhan juta. Bahkan Erik juga mendapatkan ujaran kebencian hingga ancaman.

Bacaan Lainnya

Saat dihubungi awak media Beritabangsa.com, Miss Nana istri dari Erik menceritakan kronologis pertama kali mengenal PN dari temannya berinisial AG pada 20 Desember 2021. AG menawarkan sebuah produk kepada Erik seharga Rp 910.000 dan komisi Rp 10.000 serta dibantu dicarikan supplier.

Berita Menarik Lainnya:  Penangkapan Bos Jamu Sidoarjo, Polda Jatim : “Selra” Kasus, Karena Tak Cukup Bukti

“Akhirnya dengan penawaran seperti itu, saya mau kalau pada saat itu memang dibantu dicarikan supplier Singkat cerita, teman saya AG memiliki teman bernama PN. Atas rekomendasi dari AG akhirnya kita transaksi,” katanya. Selasa (13/4/2022) sore.

Transaksi antara Erik dan PN pun dilakukan. Bentuk transaksinya adalah PN menawarkan barang yang dijualnya kepada Erik.

Transaksi pertama berjalan dengan lancar. Erik menerima barang sebanyak 70 box produk sebesar Rp 64,26 juta. Namun pada transaksi terakhir PN meminta uang kembali kepada Erik sebesar Rp 14 juta dengan dalih untuk mengeluarkan produk.

Berita Menarik Lainnya:  Driver Ojol Gagalkan Aksi Jambret Raih Penghargaan Kapolsek

“Awal transaksi sebelumnya tidak begitu alias. Lancar. Pada 22 Januari 2022, uang kita sudah masuk sekitar Rp 74,4 Juta dan untuk mengikat kontrak Rp 10 juta. Jadi total Rp 84,4 juta masuk ke rekening PN, akan tetapi ada sisa barang sebanyak 22 box yang belum terbayarkan, sehingga saya rugi sebesar Rp 20,2 juta,” jelas Nana.

Bahkan untuk meringankan beban PN, Erik memberikan solusi jalan tengah agar si PN mencicil uang senilai 22 box yang belum dibayarkan dengan jangka waktu sampai 5 tahun, namun PN menolak bahkan melontarkan kalimat ujaran kebencian hingga memberikan ancaman kepada Erik.

“Si PN malah marah besar dan berkata kasar “cuk, di rumahku banyak pisau, bacokan, dll” yang menurut saya ini tidak wajar diungkapkan,” cerita Nana.

Berita Menarik Lainnya:  PR GP Ansor Kiduldalem dan Kelurahan Sinergi Gelar Baksos

Lebih lanjut Erik dan Nana meminta agar PN segera mengklarifikasi dan meminta maaf atas ucapan yang dilontarkannya, bahkan Erik tak segan akan melaporkan kepada pihak yang berwenang.

“Saya mau dia klarifikasi lewat video dan meminta maaf atas ujaran kebencian yang dilontarkan via Whatsapp,” pungkasnya.

Sementara pria berinisial R yang diduga kuasa hukum atau mediator PN saat dihubungi awak media ini via Whatsapp belum merespon. Namun terlihat dari percakapan Whatsapp dengan Erik, ia diduga mundur atas kasus ini karena menurutnya PN adalah klien yang tidak mempunyai kuasa dan susah diatur.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280