Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Nur Hadi

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Kekerasan dan arogansi terhadap jurnalis terjadi lagi. Kini yang menjadi korban adalah Nurhadi, salah satu wartawan Tempo.

Kejadian tersebut berawal saat Nurhadi melakukan reportase terkait dugaan kasus suap Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji, yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Peringati Harlah ke-1, KJJT Bagikan 50 Paket Sembako Untuk Jurnalis
banner 1920x1080

Kekerasan dan pengeroyokan terjadi di Gedung Samudera Bumi Moro, Jln. Moro Krembangan, Kecamatan Moro Krembangan, Surabaya. (27/03/2021).

Atas tindakan tersebut korban Nurhadi, melaporkan ke kepolisian daerah Jawa Timur (Polda), 28/03/2021.

Menurut Eben Haezer, Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen), tindakan penganiayaan tersebut sudah menodai kebebasan insan pers yang jelas jelas dilindungi undang-undang pers.

“Ini merupakan tindakan yang menghalangi kegiatan jurnalistik dan melanggar UU no. 40 tahun 1999 tentang pers,” jelasnya.

” Kami mengecam keras aksi kekerasan ini dan mendesak aparat penegak hukum untuk profesional menangani kasus ini,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gandeng Beritabangsa.com, Kopri PMII Surabaya Ngobrol Jurnalistik

Fatkhul Khoir, S.H., tim advokasi KontraS (Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan), Surabaya, seusai mendampingi Nurhadi di ruang SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) menyatakan, sangat mengapresiasi atas kesigapan pihak Polda Jatim dalam merespon pelaporan terkait kasus yang menimpa Nur Hadi.

“Kami sudah melakukan pelaporan empat pasal, yakni pasal 170, pasal 351, pasal 355 dan pasal 18 UU pers,” ungkap Fatkhul Khoir.

Masih kata Fatkhul, sangat menyayangkan tindakan arogansi yang ditunjukkan aparat terhadap jurnalis, hal itu menunjukkan kinerja yang kurang profesional.

Berita Menarik Lainnya:  Diskominfo dan Bea Cukai Sinergi Bersama Jurnalis Sosialisasikan Produk Ilegal

“Untuk selanjutnya kami akan melaporkan ke pihak Propam,” imbuhnya.

Beryl Cholif Arrachman, S.H., tim penasihat hukum Nur Hadi, pihaknya berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran dari pihak-pihak terkait. Karena pers yang juga termasuk pilar demokrasi merupakan kepanjangan tangan dari masyarakat dan sekaligus sebagai kontrol sosial.

“Kami sangat berharap ke depan rekan-rekan media bisa menjalankan tugasnya tanpa ada lagi kekerasan ataupun intimidasi dan mudah-mudahan ini menjadi kabar baik buat insan pers,” pungkasnya.

Reporter : Mawardi
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait