Aktivis IKMPB Sebut Keamanan Pasar Induk Bondowoso Arogan Terhadap Pedagang

Beritabangsa.com, Bondowoso – Polemik pedagang pasar sore di Pasar Induk Bondowoso bukan hanya persoalan relokasi semata. Belakangan pedagang mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari petugas keamanan pasar.

Hal itu terungkap setelah pedagang pasar sore pasar induk Bondowoso dan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam IKMPB (Ikatan Keluarga Mahasiswa Pergerakan Bondowoso) melakukan audiensi dengan Komisi II DPRD Bondowoso perihal nasib pedagang pasar sore yang sampai saat ini belum mendapatkan solusi.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Terima Rekomendasi LKPJ Penjabaran APBD 2020, Bupati Salwa: Akan Kami Jadikan Acuan Arah Kebijakan
banner 1920x1080

Sebagaimana informasi dihimpun, Pemkab Bondowoso mengangkat pensiunan TNI untuk dijadikan keamanan pasar untuk seluruh pasar di Bondowoso dan ditugaskan oleh bupati dan wakil bupati langsung.

Presiden IKMPB, Wildan Geza Yudhistira mengatakan, berdasarkan hasil pengumpulan data aktivitas, keamanan pasar juga tak segan-segan melakukan tindakan kekerasan.

“Padahal Polsus (polisi khusus) itu hanya sebagai penjaga dan keamanan pasar, namun terkesan selalu menggunakan cara kekerasan,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Sidak, Bupati Sampang Kecewa Puskesmas Kedundung Tidak Ada yang Jaga

Berdasarkan hasil investigasi mahasiswa ke pedagang, keamanan pasar juga pernah melakukan perampasan telepon android milik pembeli saat mendokumentasikan penertiban pedagang buah.

Pihaknya pun sangat menyayangkan tindakan represif keamanan terhadap pedagang yang terkadang selalu menggunakan cara-cara kekerasan, seperti merampas lapak pedagang sore.

“Kami mempertanyakan pola rekrutmen Polsus pasar yang terkadang tindakannya terkesan seperti preman,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Setelah Dua Pekan Lakukan Uji Coba Tetap Sepi, DPRD Bondowoso Minta Diskoperindag Segera Relokasi Pasar Selasaan

“Setelah audiensi kedua kalinya masih belum ada solusi, maka kami akan melakukan aksi ke Disperindag dan ke Bupati Bondowoso,” sambungnya.

Sementara itu Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pasar Induk Bondowoso, Didik Muriyanto saat dihubungi  melalui sambungan telepon tak memberikan jawaban. Begitu juga dengan mantri pasar, Hasan Basri.

Reporter : Muslim
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *