6 Tersangka Narkoba, 2 Polisi Sebagai Kuda

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, ungkap pengembangan jaringan kasus narkoba yang sebelumnya, hingga kini membuahkan hasil pembongkaran peredaran 3,06 kilogram sabu yang dibungkus dalam kemasan teh china dan 7 butir pil ekstasi.

Pelaku yang disergap ada 6 (enam) Tersangka, diantaranya ada dua oknum polisi. Keenam tersangka yakni, Pertama, M Ficky (28), warga asal Jalan Demak, Surabaya, Kedua, Fitria (21), asal Jalan Kedinding, Surabaya, Ketiga, Zaidan (18), warga Jalan Taman Irawati, Surabaya, Keempat, Latifah (27) asal Jalan Tenggumung, Surabaya, Kelima, bernama Rizky (34), oknum polisi di Bangkalan, Madura dan Keenam, Agus (36), oknum polisi di Magetan.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

AKBP Memo Ardian, Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, menyampaikan, Kini, kedua oknum polisi itu diberikan tindakan tegas yang terukur, ditembak kakinya bersama salah satu tersangka, karena melawan petugas dan membahayakan masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Beraksi 7 Lokasi, Dua Bandit Jalanan Dibekuk Polisi

“Kita ingatkan sekali lagi, ingat narkoba, tidak mengenal jabatan. kita tetap komitmen dengan pemberantasan narkoba. Saat ini berhasil menangkap kuda, kudanya adalah oknum anggota, maka kita lakukan tindakan tegas, siapapun itu, tidak mengenal jabatan apapun, tetap kita lakukan pemberantasan narkotika.” kata AKBP Memo, saat jumpa pers, Jumat (7/8/2020).

Menurut AKBP Memo, kedua oknum polisi dipakai untuk bertugas sebagai kuda, dan dibuat di 2 (dua) tempat di Jawa Timur. Daerah Magetan dan Bangkalan.

“Saat ini, Kami mengamankan sepucuk airsoftgun, sepucuk senjata angin, badik dan parang. Barang tersebut, disita dari rumah tersangka Ficky.” ungkap AKBP Memo.

Untuk diketahui, Pengungkapan kasus itu bermula dari penangkapan tersangka Ficky, Zaidan dan Fitria. Ketiganya disergap di rumah Jalan Demak, Selasa (21/7/2020) malam. Dari hasil penggeledahan, disita satu poket berisi 40 gram sabu dan 7 butir pil ekstasi hijau. Hasil introgasi ketiganya, mendapati keterangan bahwa sebelum ketiganya diamankan, tersangka Ficky telah mengirim 14 kilogram sabu dan 500 butir pil ekstasi hijau pada 16 Juli. Untuk mengirimkan barang terlarang itu, Ficky memanfaatkan jasa ojek online. Salah satu penerima adalah Latifa alias Rara dan Rizky.

Berita Menarik Lainnya:  PD GIAN Surabaya & Ubhara akan Labeli Kampung Tertinggi Kasus Narkoba dengan Label Zona Merah

“Ia mengakui jika kiriman itu atas perintah HR (suami Fitria). Keesokan hari, kami kembali bergerak dan mengamankan tersangka Latifa alias Rara dan kekasihnya Rizky yang merupakan oknum anggota (Polri) di rumah kos Jalan Tambak Segaran.” jelas AKBP Memo.

Rara dan Rizky menyimpan sabu kiriman dari Ficky di rumah kos Jalan Ploso Bogen, Tambaksari, Surabaya. Hasilnya, Memo dan timnya menemukan paket besar berisi sabu seberat 3 kilogram dan beberapa butir ekstasi. Mereka mengakui jika barang tersebut merupakan sisa. Total barang yang dikirim Ficky sudah diedarkan.

Setelah mendapatkan informasi jika tersangka Rizky juga bekerjasama dengan oknum polisi lain. Tidak ingin kehilangan jejak, mereka kembali bergerak hingga mengamankam tersangka Agus di rumahnya Ponorogo pada Kamis (26/7/2020) malam.

Berita Menarik Lainnya:  Kepedulian Kapolres Tanjung Perak, Diwujudkan Bersih-Bersih Pesisir Kenjeran dan Pembagian Sembako

Sehari-hari tersangka Rizky dan Agus merupakan anggota aktif Polri. Mereka berdua berdinas di dua polres jajaran Polda Jatim. Keduanya berpangkat Brigadir Kepala (Bripka).

Keenam tersangka dikenakan pasal yang berbeda. FI dengan FIT dikenakan Pasal 114 ayat 2 Jo. Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 2. Untuk LAT dengan RIZ Pasal 114 ayat 2 Jo. Pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 1 Jo. Pasal 132 ayat 1.  dan AG dikenakan Pasal 114 ayat 2, dan pasal 112 ayat 2, dengan ancaman hukuman minimal penjara 5 tahun, dan maksimal hukuman mati.

“Wajib diketahui dan dicatat, Kami akan tindak tegas pada siapapun pelaku narkoba, tidak mengenal jabatan, mulai bawah hingga atas, tidak segan-segan dan pandang bulu, yang berupaya mengedarkan narkoba di wilayah Surabaya dan sekitarnya, akan kami berantas sampai hingga akarnya,” pungkas AKBP Memo.

 

Reporter : Umar

banner 600x310

Pos terkait