Sekda Angkat Bicara Soal Klaim Anggaran Pembiayaan Pasien Covid-19

Silahkan Share ke :

Bondowoso, Beritabangsa.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Syaifullah, akhirnya angkat bicara terkait klaim anggaran pembiayaan pasien Covid-19 yang sebelumnya RSUD dan Dinkes saling tuding terkait klaim tersebut. Sebetulnya, klaim untuk pembiayaan pasien Covid-19, ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, bukan di RSUD.

“Itu sudah selesai. Rumah sakit ini bagian merawat. Klaimnya harus ke Dinas Kesehatan,” katanya saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media, Jumat (14/8/2020).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa: HUT Bhayangkara Ke 74, Semoga Terus Profesional dan Dicintai Masyarakat
banner 1024x1366

Untuk Klaim Anggaran Pembiayaan Covid-19 per pasien, kata Wabup, ada standarisasinya. Pembiyaan pasien yang dirapid dan diisolasi, beda dengan pasien yang diswab PCR. Jadi disesuaikan.

“Antara rumah sakit Paru dan rumah sakit umum, kelasnya beda. Sudah dirangkum sama Dinas Kesehatan untuk kita usulkan ke pusat,” paparnya.

Menurutnya, untuk kalaim pasien di Klinik Paru Pancoran, juga diajukan ke pusat bukan menggunakan APBD.

Berita Menarik Lainnya:  Mayoritas Wilayah Bondowoso Mulai Zona Hijau, Bupati Salwa Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

“Gak nutut kalau APBD. Semua pusat. Baru kalau pusat menolak, tak masuk kriteria, kita carikan di APBD,” jelas Sekda.

Adapun total pasien Covid-19 yang diklaimkan sampai saat ini, lanjut dia, sekitar 210.

“Kalau tidak leliru 180 tambah 30. Jadi 200 lebih,” pungkasnya.

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280