Jukir Sepi Mencoba Jual Jagung Bakar Demi Menyambung Hidup

Surabaya, Beritabangsa.com – Disepanjang Jalan Johar Surabaya tepatnya di Titik Nol, Samping Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, kita temukan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jagung Bakar yang mencari nafkah demi menyambung hidup.

Salah satunya Suja’i (43 tahun) penjual Jagung Bakar menjelaskan, ia sudah 1 (satu) bulan berjualan jagung bakar di kawasan Titik Nol, yang di temani oleh istrinya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Toko Sembako Terbakar, Istri Hamil dan Cucu Terpanggang
banner 1920x1080

“Saya dan istri sudah sebulan ini, mencoba berjualan jagung bakar, sebetulnya, saya kalau pagi bekerja sebagai juru parkir (Jukir) disini, Berhubung sepi, karena terdampak Pandemi Covid-19, dan itupun saya lakukan demi mencukupi kebutuhan hidup,” tutur Suja’i, saat ditemui awak media Beritabangsa.com, Rabu (02/09/2020).

Suja’i kembali menjelaskan, ia memilih berjualan di kawasan ini dikarenakan tempatnya yang strategis, banyak warga dan kaula muda-mudi yang berlalu lintas dan aktivitas. Usaha jagung bakar dibuka mulai pukul 15:00 WIB – 22:00 WIB.

Berita Menarik Lainnya:  9 Kali Berturut-turut, Pemkab Probolinggo Raih WTP dari BPK RI

“Pembeli kebanyakan dari kalangan muda-mudi yang menghabiskan waktu luangnya,” jelasnya.

Penghasilan Suja’i per harinya dari usaha jagung bakar ini tidak menentu dan belum bisa mecukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Dari usaha jagung bakar ini, harga jagung bakar yang di tawarkan Rp. 3.500,- (Tiga ribu lima ratus rupiah) pertongkolnya.

Kalau lagi ramai Suja,i bisa meraup omset keuntungan mencapai Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) perhari, tapi kalau lagi sepi pembeli hanya mendapatkan Rp. 50.000,- (Lima puluh ribu rupiah) perhari.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua MUI Kecamatan Krembangan Mendukung Penuh Pembubaran Ormas FPI

“Ramai pengunjung biasanya pada hari-hari besar dan malam minggu,” imbuhnya.

Reporter : Mooch

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *