Dosen dan Mahasiswa Polije Dampingi Deteksi Malnutrisi Pada Pengasuh Tempat Penitipan Anak

Proses pendampingan deteksi malnutrisi kepada pengasuh TPA
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JEMBER– Kelompok pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Jember atau Polije yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melaksanakan pendampingan kepada pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA) Daycare Polije, untuk meningkatkan kecakapan dalam mendeteksi malnutrisi yang dibutuhkan oleh anak.

Mereka terdiri dari 4 dosen yaitu Ervina Rachmawati selaku ketua kelompok pengabdian masyarakat, dan anggota yaitu Ida Nurmawati, Trismayanti Dwi Puspitasari, dan Niyalatul Muna, serta 2 orang mahasiswa prodi MIK yaitu Zaifatul Anelia dan Tasya Nadia Hanin.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Sah, DPRD Ketok Penetapan Dana Cadangan Pilwali Kota Blitar
banner 1024x1366

Ida Nurmawati, salah satu dosen dalam kelompok ini menyampaikan, kecakapan untuk dapat mendeteksi malnutrisi yang dibutuhkan anak sangat penting untuk memastikan kecukupan gizi selama masa pertumbuhan.

“Apalagi target pendampingan kita kali ini adalah pengasuh Tempat Penitipan Anak, yang ditangani para pengasuh ini adalah anak balita, sehingga memastikan gizi seimbang dan sesuai yang dibutuhkan anak itu penting sekali,” kata Ida kepada beritabangsa.com, Kamis 08 September 2022.

Pendampingan deteksi malnutrisi pada anak dengan pemberdayaan pengasuh Tempat Penitipan Anak.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan pendampingan yang diberikan berupa pelatihan membuat makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan memanfaatkan produk lokal dari kebun inovasi milik Polije, cara mendeteksi malnutrisi melalui Step-Ap, serta cara meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan melalui aplikasi SIGIBY.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Irwan: Usaha Wisata Akan Ditutup Jika Tak Terapkan Protokol Kesehatan

“Kami juga memberikan fasilitas untuk penilaian status gizi dan pembuatan MP-ASI 4 bintang berupa alat pengukur berat badan dan tinggi badan, modul dan alat untuk membuat MP-ASI 4 bintang, akses aplikasi SIGIBY pada Step-Ap untuk penilaian status gizi, serta KMS atau Kartu Menuju Sehat sebagai alat pemantauan pertumbuhan anak,” sambungnya.

Dengan kemampuan mendeteksi malnutrisi maka diharapkan pemenuhan gizi kepada anak sudah tercukupi, sehingga dapat mencegah stunting, wasting serta underweight pada anak.

Berita Menarik Lainnya:  Ujian Dinas Tingkat I dan II di Lingkungan Pemkab Asahan

Untuk diketahui, kampus Politeknik Negeri Jember baru saja meresmikan Tempat Penitipan Anak Day Care untuk masyarakat umum.

“TPA Daycare Polije sudah jalan dan sudah mulai ada beberapa warga yang menitipkan anaknya, nah di TPA Polije ini ada nilai plusnya yakni dapat memantau pertumbuhan anak, kemudian makanan yang disajikan kepada anak yang dititipkan itu bernilai gizi yang cukup, jadi tidak hanya semata-mata camilan atau jajanan saja,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280