Unsur Perempuan Masuk Jajaran Ketua PBNU, Ini Kata Ketum PMII Sidoarjo

Romlah Ketum PC PMII Sidoarjo
Romlah Ketum PC PMII Sidoarjo
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – SIDOARJO – Masuknya beberapa kader perempuan dalam struktur pengurus harian Nahdhatul Ulama merupakan sejarah untuk kali pertama.

Salah satunya, Khofifah Indar Parawansa dan Alissa Qotrunnada Wahid. Dua nama perempuan yang masuk susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027 sebagai Ketua.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Khofifah Indar Parawansa saat ini sedang menjadi Ketua Umum (PP) Muslimat NU dan menjabat Gubernur Jawa Timur.

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Romlah, mengatakan, diakui atau tidak, saat ini kader penggerak perempuan di NU memiliki keterbatasan peran karena sebagian kiai masih cenderung menggunakan pola pikir dan sikap patriarki.

Berita Menarik Lainnya:  Lantik PR GP Ansor Genting, Afif: Seluruh Kader Ansor Wajib Ikuti Intruksi Kiai

Di mana kepemimpinan perempuan hanya dapat diterima sebagai wacana, namun sulit diterima secar riil.

“Jadi saya sangat menyambut baik wajah baru PBNU dengan dilibatkannya perempuan dalam struktural. Dengan harapan tidak ada lagi keterbatasan peran penggerak perempuan di kalangan NU,” ungkapnya pada Jurnalis Beritabangsa.com melalui selulernya.

Pemikiran kader perempuan, kata Romlah, seperti Khofifah Indar Parawansa, Masruchah, Musdah Mulia, Ermalena, Nursyahbani Katjasungkana, dapat diterima di kalangan aktivis berlatar belakang NU dan diluar NU.

“Namun justru dianggap mainstream dikalangan NU, khususnya kiai dan nyai tradisional belum sepenuhnya menerima,” tuturnya.

Mengaku sebelum dimasukkan dalam kepengurusan PBNU pernah ditelepon Gus Yahya selaku ketua PBNU terpilih.

Berita Menarik Lainnya:  Ketum PMII Sidoarjo: Posisi PMII Mitra Pemkab

Kata Khofifah, Gus Yahya ingin memasukkan keterwakilan unsur perempuan dalam jajaran Ketua PBNU.

Saat itu, perempuan yang juga menjabat Ketum PP Muslimat NU itu menyarankan supaya dikonsultasikan terlebih dulu dengan Rais Aam PBNU, KH Miftakhul Achyar.

“Gus Yahya juga bilang usulan memasukkan keterwakilan unsur perempuan di jajaran PBNU itu sebenarnya berasal dari Gus Mus (KH Mustofa Bisri) dan sudah dikonsultasikan dengan Rais Aam PBNU,” jelas Khofifah.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa, mengakui dengan adanya unsur perempuan di kepengurusan PBNU tentu akan membuat suasana baru.

Sebab selama ini, kegiatan PBNU ke daerah maupun rapat-rapat selalu didominasi laki-laki saja karena pengurusnya laki-laki semua. Dengan adanya unsur perempuan, tentu akan menjadi lebih semarak.

Berita Menarik Lainnya:  Jaga Toleransi dan Harmoni Antar Umat Beragama, Pembina Ahimsa Jatim Hadiri Cap Go Meh

“Tapi saya juga minta, jika ada unsur perempuan di jajaran ketua maka konsekuensinya juga ada unsur perempuan di kesekjenan maupun kebendaharaan atau lainnya,” harap Khofifah Indar Parawansa.

“Tadi saya juga sempatkan ikut ta’aruf secara virtual. Karena bersamaan dengan ada giat di Bojonegoro maka saya sempatkan sebentar untuk ikut ta’aruf lalu saya lanjutkan lagi,” pungkas mantan Mensos RI ini.

Sebagaimana diketahui bersama, tim formatur PBNU hasil Muktamar 34 telah berhasil menyusun dan mengumumkan kepengurusan PBNU masa khidmat 2022-2027 untuk Tanfidziyah dipimpin oleh KH Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf dan Bendahara Umum Mardani Maming, serta Musytasar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri.

Pos terkait