Petani Wajib Masuk RDKK, Tak Ada Istilah Kekurangan Pupuk di Lebong

Bupati Lebong menghadiri suksesnya Panen Musim Tanam Dua (MT2) serta sampaikan tidak ada istilah kelangkaan pupuk subsidi bagi petani padi Kabupaten Lebong | Foto: Harlis
Bupati Lebong menghadiri suksesnya Panen Musim Tanam Dua (MT2) serta sampaikan tidak ada istilah kelangkaan pupuk subsidi bagi petani padi Kabupaten Lebong | Foto: Harlis
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong menjamin tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi. Stok persediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Lebong mencukupi kebutuhan petani lokal.

Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi masyarakat petani wajib masuk ke Rencana Daftar Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Bupati Lebong, Kopli Ansori, mengatakan jajaran Pemerintah Kabupaten, menjamin tidak ada kelangkaan pupuk di masyarakat.

“Jika ada masyarakat merasa ada kelangkaan pupuk silakan datang ke Dinas Pertanian dan saya selaku Bupati siap turun ke lapangan,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Diskominfo Latih Operator PPID dengan Aplikasi E-PPID

Isu yang ada tapi tidak terbukti nyata, yakni kelangkaan pupuk di masyarakat baru-baru ini, ternyata mereka tidak masuk RDKK.

Saat data petani yang masuk RDKK di-update, diketahui mereka yang menyebut kelangkaan pupuk itu tidak ada di daftar.

“Pemesanan pupuk tidak masuk RDKK tidak bisa dilayani, makanya kita mengimbau semua petani wajib masuk dalam RDKK, yang mana mereka dinaungi Kepala Desa,” ujarnya.

Setelah itu Kepala Desa bertanggungjawab terhadap warganya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Lalu Pemerintah Daerah memastikan stok pupuk subsidi masih ada.

“Sampai hari ini belum ada pengaduan pengaduan bahwa masyarakatnya tidak mendapatkan pupuk subsidi karena alokasi pupuk kita dua kali lipat telah ditambah lagi dari 1600 menjadi 3000 ton. Kita canangkan dalam satu tahun ke depan, kita sudah berkomitmen dengan distributor pupuk makanya tidak ada kata kelangkaan pupuk, atau petani tidak terakomodir kebutuhan pupuknya. Di Kabupaten Lebong cukup dan berlebih,” tegas Bupati Kopli, lagi.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Bondowoso Jamin Pendidikan Bocah Yatim Piatu Hingga Perguruan Tinggi

Terkait pengawasan Sarana Produksi (Saprodi) diharapkan di semua lini sektor ikut mengawasi agar Saprodi terdistribusi dengan baik.

“Adukan ke Dinas Pertanian, jika ada masalah. Disperta akan memerintahkan jajarannya untuk mengawasi proses distribusi pupuk bersubsidi agar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Bupati Kopli.

Pos terkait