Distribusi Pupuk di Malang 2021 Tersendat, Coba Cek Sebabnya..

Ilustrasi Pupuk bersubsidi
Ilustrasi Pupuk bersubsidi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – MALANG – Pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Malang 2021, ditemukan kendala di lapangan. Bukan karena kelangkaan pupuk namun karena beberapa kios yang ada di wilayah telat dalam menebus pupuk.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulturan dan Perkebunan Kabupaten Malang Budiar Anwar yang membenarkan ada kendala itu, bukan karena kelangkaan.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

“Jadi distribusi pupuk bersubsidi di tahun 2021 kemaren tidak ada kelangkaan, dan hal tersebut dibuktikan dengan data realisasi penyaluran distribusi pupuk bersubsidi tahun 2021 yang mencapai 76 persen, namun dari laporan yang kami terima bukan kelangkaan pupuk tapi kendala ada pada kios telat dalam menebus pupuk untuk petani,” kata Budiar Anwar saat dihubungi www.beritabangsa.com, Jumat (14/1/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Jelang Pilkades, Kapolres Bangkalan Imbau Bhabinkamtibmas Netral Dalam Tugas

Dari data realisasi distribusi pupuk bersubsidi tahun 2021, Pemkab Malang menyiapkan berbagai jenis pupuk sebanyak 152.217,01 ton selama satu tahun.

“Dan pada pelaporan sampai akhir bulan desember 2021 kemaren permintaan pupuk bersubsidi mencapai 116.769,36 ton dengan persentase 76,71 persen per tahun, jadi dengan data tersebut Pemkab Malang tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di tahun 2021 kemaren,” jelas Budiar Anwar.

Untuk rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) 2021, total penerima pupuk bersubsidi sesuai nomor induk kependudukan (NIK) mencapai 239.589 NIK dengan luas tanam 427.499 hektar.

“Untuk tahun 2021 kemaren kami mendistribusikan pupuk bersubsidi sebanyak 239.589 NIk dengan luas total lahan yang membutuhkan pupuk seluas 427.499 hektar. Untuk penerima pupuk tersebut, kami mengacu pada NIK karena itu syarat bagi petani apabila ingin membeli pupuk bersubsidi pada kios-kios yang ada di desa atau kecamatan,” beber Budiar.

Berita Menarik Lainnya:  MTQ XXIX Pamekasan Terapkan Penilaian Berbasis IT

Budiar melanjutkan, untuk RDKK dan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022 di Kabupaten Malang, pihaknya telah memiliki data e-RDKK agar nantinya pendistribusian pupuk tidak mengalami kendala.

“Dari data yang masuk melalui e-RDKK, alokasi tahun 2022 ada sekitar 226.956 NIK penerima dengan jumlah luas lahan 364.474 hektar dengan kebutuhan 156.471 ton pupuk dan 4.694 liter pupuk cair,” tandas Budiar.

Budiar berharap di tahun 2022 pendistribusian pupuk tidak ada kelangkaan maupun kendala-kendala yang lain.

“Harapan kami pendistribusian pupuk bersubsidi tahun 2022 ini tidak ada mengalami kendala, karena distribusi pupuk sangat erat dengan hasil panen para petani. Semoga semuanya lancar dan petani kita dapat memanen hasil pertaniannya sesuai harapan,” pungkas Budiar Anwar.

Berita Menarik Lainnya:  Kejar Target Vaksinasi Lansia, Polres Batu Tebar Doorprize

Pos terkait