Mempertahankan Al-Qur’an, Alumni Santri Pasuruan Dirikan Ponpes Hafidz di Jombang

Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Jombang – KH. Zainul Kirom pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Darul Hikam, Desa Mancar, Peterongan Jombang, berhasil merintis usahanya dengan menjaga keistimewaan Al-Qur’an dan hafalannya.

Pendiri itu hanya seoarang alumni santri di salah satu daerah pasuruan. Dengan ketekunan ngaji dan tawadduk kepada kiai, hingga bisa mendirikan pondok di kota santri, tepatnya setelah kedatangannya dari tanah suci.

“Awalannya hanya ingin menjaga nama Al-Quran dan Hafalan saya dengan baik dan benar. Ternyata saya punya insiatif untuk mengamalkan ilmu saya agar bisa berinteraksi dengan para calon hafidz,” ungkapnya kepada Beritabangsa.com, Kamis (22/04/2021).

Berdasarkan pengakuannya, setelah ia berdoa meminta izin dan segala ampunan kepada tuhan semenjak di makkah. Segala doanya terijabah dan pada tahun 2004 berhasil membangun usahanya dalam pembangunan ponpes hafidz di jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Secara Virtual, Kemenpan RB Berikan Penganugerahan ZI WBK dan WBBM Polres Tanjung Perak

Sebagai pengganti wali asuh para santri, sosok kiai yang kian berusia 60 tahun itu mengajarkan penerapan menghafal Al-Qur’an dengan penuh kesabaran dan tanpa adanya tuntutan. Pasalnya, menghafal dengan banyaknya tuntutan dan kepastian cepat yang diberikan akan tidak autentik.

“Kemurnian penghafalan itu tidak dengan mengikat kepastian cepat, karena metode yang semacam itu nantinya akan cepat lupa dan bahkan hilang. Maka dari itu cukup dengan tekanan kita membagi waktu, untuk melakukannya bermula dari kesadaran,”bebernya.

Lebih jelasnya, ia memberikan contoh dengan kini yang maraknya penawaran khursus dengan kepastian 1 tahun bahkan beberapa bulan akan hafal. Naasnya kebanyan al-hasil sedikit nyata dan tidak murni.

“Banyak fakta dan ceritanya sekarang dinyatakan hafal, tapi tidak layak di wisuda. Sebabnya terlalu terbu-buru setoran, padahal masih belum lancar dan pentingnya murojaah,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ijen Geopark Run Exhibition 2021 diikuti Oleh Sepuluh Pelari Nasional

Demikian, pengasuh dari wali santri tersebut tidak terlalu fanatik dengan beberapa metode dalam menghafal Al-Qur’an. Juga tidak terlalu menuntut untuh dijangka waktu hafalnya.

Diketahui, segenap harap sosok kiai itu hanya dengan berdoa dan berharap mepada para santrinya akan bisa menempuh hafalannya dengan baik, lancar dan benar maksimal 5 tahun.

Reporter : Fa’iz
Publisher: Maab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *