Lazisnu Wadah Zakat, Infaq, dan Shodaqah Nahdliyin, Ini Pesan Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya

Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Surabaya – Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat muslim. Di bulan ini umat muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan. Dan tak hanya itu, dibulan Ramadhan umat muslim juga diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah. Zakat fitrah sendiri dikeluarkan ketika memasuki awal bulan Ramadhan dengan batas akhir sampai menjelang sholat Idul fitri.

“Pada saat melaksanakan ibadah bulan Ramadhan maka kita akan mengakhiri dengan menunaikan ibadah zakat fitrah,” tutur KH Mas A Nasrohuddin saat mengisi Ngaji Sore Romadlon di kantor PCNU kota Surabaya. Rabu (21/4/2021)

Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya tersebut berpesan kepada masyarakat khususnya warga nahdliyin agar berzakat pada lembaga amil zakat yang dianjurkan oleh Kementerian Agama.

Berita Menarik Lainnya:  Bagian Ikhtiar, MWCNU Wilayah Barat Situbondo Silaturrahmi ke PWNU Jatim

“Salah satu lembaga resmi dari negara adalah NU Care Lazisnu kota Surabaya yang ngurusi di dalamnya tidak sembarangan orang, mereka memiliki kompetensi di bidangnya. Apabila ada kesulitan menyalurkan zakat silahkan menghubungi Lazisnu di wilayahnya masing-masing,” terangnya.

Menurutnya, NU memiliki lembaga yang resmi dari negara untuk mendistribusikan ke umat Islam yang bernama Lazisnu (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqah Nahdlatul Ulama). Dan bisa dipercaya karena ada audit dan bisa di pertanggungjawabkan.

“Harapannya sebagai warga NU dari pada zakat kepada sumber yang belum jelas sumbernya mari kita salurkan lewat lembaga yang resmi dan salah satunya adalah Lazisnu,” harap KH Nasrohuddin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hakikat dari zakat fitrah diantaranya adalah membersihkan diri dari sifat-sifat tercela, mensucikan jiwa dan mengamankan harta kita dari adanya harta orang lain.

Berita Menarik Lainnya:  Sambut Bulan Ramadhan, Siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Produksi Sajana 'Sajadah Anti Corona'

“Ketika kita telah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki otomatis harta itu menjadi murni tidak ada campuran dengan harta orang lain sehingga timbullah keberkahan, Apabila dibuat untuk konsumsi akan memunculkan energi positif yang akan berdampak bagus di kala kita beribadah,” pungkasnya.

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Atho’illah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *