Khofifah Resmikan Tiga Lembaga Pendidikan Khadijah

Berita Utama Politik Pemerintahan
Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung serba guna tiga lembaga pendidikan milik Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah, sekaligus memastikan dana hibah yang diberikan Pemprov Jatim sesuai dengan peruntukannya. Sabtu (3/4/2021).

Tiga lembaga pendidikan dan gedung serba guna yang diresmikan Khofifah yakni SD Khadijah Jalan Wonorejo Selatan Surabaya, SMP 2 Khadijah di Darmo Permai, Ponpes Putra Khadijah di Jalan SMEA Surabaya. Telah rampung pembangunannya sesuai peruntukannya.

Khofifah mengatakan, peresmian ini merupakan Role Model yang mendapatkan dana hibah dari Pemprov Jatim dan penandatanganan prasasti bisa dilakukan Gubernur Jatim.

Berita Menarik Lainnya:  Unik, Unusa Gelar UAS di Salah Satu Mall di Surabaya

“Nanti di dalam nota perjanjian hibah daerah akan ditambahkan klausul bahwa setelah selesai program akan ditanda tangani peresmiannya oleh Gubernur. Gubernur itu tidak berarti harus Khofifah, Gubernur bisa saja suatu saat diwakili Wagub, diwakili pak Sekda, diwakili instansi yang lain sesuai bidangnya,” kata Khofifah setelah acara peresmian di gedung SD Khadijah Jalan Wonorejo Selatan Surabaya.

Peresmian ini juga untuk memastikan bahwa dana hibah Pemprov Jatim telah sampai dan sesuai peruntukannya, seperti yang tercantum dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Jadi kan bisa dilihat tuh kalau sekarang ini sama pak Hudiyono pak kepala Biro Kesra. Oh ini dulu katanya untuk berapa ruangan, untuk apalagi jadi sambil kemudian untuk dilakukan proses monitoring evaluasi, ” kata Khofifah didampingi Hudiyono Kepala Biro Kesra Pemprov Jatim.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Bondowoso Apresiasi Produk IKM Kedai Santri

Prof Dr. HM Ridwan Nasir selaku Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah mengatakan, pihaknya menerima dana hibah Pemprov Jatim sebesar Rp. 12,5 Miliar yang digunakan untuk pembangunan sarana pendidikan, dan telah terserap 100 persen.

“12,5 Miliar dengan rincian Pondok Putra di Jalan SMEA itu 4 Miliar, terus yang Kedua SMP 2 Darno Permai 2,5 Miliar terus di sini SD Wonorejo 6 Miliar,” ujar Ridwan Nasir sambil merinci.

Ridwan menambahkan, pihaknya ikut menambah biaya pembangunan sarana pendidikan dari kekurangan dana hibah yang diterima.

“Bahkan tadi yang saya sampaikan, yang di Wonokromo karena dari 4 Miliar belum selesai, maka kekurangannya kita anu sendiri, kita jalan sendiri,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Ospektas, Ketua STAITA Imbau Mahasiswa Selalu Jaga Nilai Aswaja

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Atho’illah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *