Hari Kartini, Anggota DPR RI asal Jombang Ajak Perempuan Terjun Politik

Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Jombang – Ema Ummiyatul Chusnah anggota Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ajak perempuan milenial berani terjun sebagai politisi.

Perempuan kelahiran Jombang, ini mengartikan sosok R.A Kartini sebagai pahlawan nasional perempuan yang sangat elegan dalam memperjuangkan hak-hak sebagai perempuan sebagai bentuk teladan perjuangan Raden Ajeng Kartini (R.A Kartini) sebagai pahlawan perempuan di Indonesia.

“Saya memandang beliau (R.A Kartini) perempuan yabg cerdik dan cerdas dalam memperjuangkan perempuan. Semua itu tak lepas dari stategi jitu politiknya yang hebat, seperti yang diketahui waktu itu perempuan sangat tertindas dan tidak bisa menerima haknya dengan baik,” ucapnya saat ditemui dikediamannya dikomplek Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada Rabu (21/4/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Menjelang Lebaran, Lazisnu kota Surabaya Bagikan 500 Paket Lebaran Kepada Dhuafa, Guru Ngaji dan Santri

Menurut perempuan yang lahir pada 08 Juli 1973 ini era teknologi dan digital saat ini, pemerintah Indonesia yang sudah terbuka akan hak asasi manusia. Hal ini menjadi peluang besar bagi kaum perempuan untuk berkiprah mewarnai Indonesia dengan berbagai kreatifitas dan potensi yang dimiliki oleh perempuan.

“Saya mengajak para perempuan tertutama kaum milenial agar berani untuk terjun didunia politik,” katanya.

Neng Ema sapaan akrabnya ini menambahkan, kenapa perempuan harus berani terjun didunia politik? Sebab, dengan menduduki sebuah kekuasaan memperjuangkan hak perempuan akan lebih mudah.

“Banyak yang mengira dari masyarakat bahwa politik itu keji sebagainya itu tidaklah benar dan jangan takut. Maka saya dalam berorganisasi dan beraktifitas dalam masyarakat selalu memberikan pedidikan politik kepada perempuan,” ujar politisi PPP ini.

Berita Menarik Lainnya:  Josiah Michael Desak Relaksasi PBB

Tidak bisa dipungkiri perempuan merupakan sebuah tiang negara. Siapa yang akan menegakan dan meneriakan hak perempuan kalau bukan kita sendiri sebagai perempuan. Maka perempuan masuk politik itu merupakan suatu hal yang biasa bahkan bisa menjadi kebanggaan tersendiri.

“Jadi perempuan ialah tiang negara. Artinya jika perempuan-perempuan mempunyai akhlakul karimah maka negara kita akan kuat. Dan apabila sebaliknya perempuan dinegeri ini mempuyai sifat yang tidak baik, bobrok dan tidak mempunyai budipakerti maka tunggu saja kehancuran negeri ini. Maka disitulah peran sentral seorang perempuan

“Begitu juga kesuksesan laki-laki tidak lepas dari sebuah peran perempuan. Contoh kecilnya saja didalam keluarga, apalagi dilingkungan pemerintahan,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Menyambut Pilkada Mojokerto 2020, PMII Gelar Sekolah Politik

Ia juga mengajak perempuan beranikan diri untuk masuk sistem. Artinya, berani menjadi seorang politisi perempuan menyuarakan dengan lantang keadilan seperti halnya R.A Kartini yang berani memperjuangkan perempuan.

Reporter: Anggit Puji
Publisher: Maab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *