Sengketa Tanah di Lebak Arum, Komisi C Panggil Kedua Belah Pihak

Berita Utama Peraturan dan UU
Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Surabaya – Pasca ada aduan dua warga Kota Surabaya terkait masalah ketidak sesuain ukuran tanah yang dibangun sebuah tembok pembatas, Komisi C DPRD Kota Surabaya memanggil kedua belah pihak yang bersangkutan. Diantaranya, Cahyadi sebagai pihak pengadu dan Hendri selaku pihak teradu.

Dalam aduan tersebut, Cahyadi mengaku telah dirugikan oleh pihak Hendri karena bangunan tembok pembatas miliknya dibangun diatas tanah yang tidak sesuai.

Anggota Komisi C fraksi partai Demokrat, Elok Cahyani menyampaikan, sengketa persepsi kelebihan tanah ini berdasarkan atas aduan warga yang bernama Cahyadi warga Vila Bukit Mas Mediterenia, Surabaya.

“Cahyadi mengklaim tembok batas yang dibangun Hendri ada kelebihan tanah dipersil miliknya, sekitar 60 sentimeter dengan panjang 6 meter per segi,” kata Elok usai hearing, Senin (15/3/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Hari Penyiaran Nasional, KPI Gelar Audiensi dengan Polri

Elok menambahkan, berdasarkan hasil hearing tadi, penyelesaiannya akan dilakukan ukur ulang dengan melibatkan pihak BPN Surabaya.

“Rekomendasi Komisi C untuk dilakukan pengukuran ulang atas persil yang disengketakan tersebut,” terangnya.

“Diharapkan nanti setelah pengukuran dilakukan kasus sengketa kelebihan tanah itu sudah terselesaikan,” sambungnya.

Sementara pihak keluarga Hendri yang diwakili Peter Alexander selaku putra Hendri menyampaikan, hasil hearing di Komisi C terkait adanya perbedaan persepsi atas kelebihan tanah di Lebak Arum 2 Surabaya agar dilakukan pengukuran kembali tanah dari pihak BPN Surabaya.

“Jadi atas rekomendasi Komisi C DPRD Kota Surabaya untuk dilakukan ukur ulang atas persil tersebut oleh BPN Surabaya,” ucap Peter.

Peter juga menambahkan, kalau perbedaan persepsi kelebihan tanah itu telah berdiri tembok pembatas diatas persil milik pak Cahyadi.

Berita Menarik Lainnya:  Temui Ketua DPRD, Ini Harapan PC GP Ansor Surabaya

“Saya gak paham soal nanti penyelesaiannya bagaimana, tapi yang jelas kita tunggu hasil ukur ulang oleh pihak BPN Surabaya,” pungkasnya.

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Atho’illah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *