Refleksi Muassis Taswirul Afkar, Rangga Sa’dillah : Taswirul Afkar Tempat Awal Mula Berdirinya NU

Berita Utama Sejarah dan Budaya
Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Surabaya – Lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) tidak lepas dari peran pergerakan pemuda Taswirul Afkar. kata Rangga Taswirul Afkar yang lahir pada tahun 1918 merupakan tempat lahirnya pergerakan ulama’ dalam menjaga ajaran Ahlusunah wal Jama’ah.

“Taswirul Afkar ini tempat lahirnya embrio-embrio pergerakan Nahdlatul Ulama’ (tempat awal mula berdirinya Nahdlatul Ulama’),” kata pakar pendidikan Islam Rangga Sa’dillah saat menyampaikan materi dalam kegiatan Dialog Interaktif BEM Stai Taswirul Afkar Surabaya. Sabtu (13/3/2021) malam.

Rangga Sa’dillah menyampaikan Taswirul Afkar merupakan wadah yang dibentuk oleh KH. Dahlan Achyat, KH. Wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur untuk membendung gerakan Wahabisme yang sedang merajelela pada masa itu.

Berita Menarik Lainnya:  PSI: Lanjutkan Risma, Menangkan Eri

Ia menjelaskan gerakan Wahabisme saat itu sedang agresif melakukan gerakan antimadzhab, bid’ah, syirik dalam praktik-praktik keagamaan Ahlussunah wal Jamaah di masyarakat yang sudah berlangsung sejak berabad-abad.

“Oleh karena itu, Kyai Dahlan bersama Kyai Wahab dan Mas Mansur membentuk wadah Taswirul Afkar sebagai tempat diskusi para ulama’,” terang Rangga Sa’dillah yang merupakan menantu dari keturunan Muassis Taswirul Afkar (KH. Dahlan Achyat)

Diharapkan melalui dialog interaktif ini pemuda (Mahasiswa) Stai Taswirul Afkar Surabaya dapat mengetahui dan memahami napak tilas muassis Taswirul Afkar, sehingga mahasiswa Taswirul Afkar terus melanjutkan perjuangan para pendiri Taswirul Afkar dalam menjaga ajaran Ahlusunah wal Jama’ah.

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stai Taswirul Afkar Surabaya (STAITA) menggelar Dialog Interaktif dengan tema ‘Pergerakan Pemuda Taswirul Afkar’ di gedung Aula Stai Taswirul Afkar Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Hadiri Hari Pahlawan

Dialog interaktif ini digelar secara virtual dan tatap muka karena masa pandemi di Indonesia yang belum usai.

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Atho’illah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *