Pedagang Kecil di Bondowoso Keluhkan Jarak Toko Modern yang Berdekatan Dengan Lapak

Berita Utama Ekonomi dan Bisnis
Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Bondowoso – Pedagang kecil atau lebih dikenal dengan toko kelontong mengeluhkan jarak toko modern yang berdekatan dengan toko tempatnya berdagang.

Ashari (70), pedagang kelontong yang lokasi warungnya berdekatan dengan salah satu toko modern di Jalan KH. Asyari. Bahkan tidak sampai 50 meter. Dia tidak setuju jika jarak tersebut dipangkas dari semula 1000 meter menjadi 50 meter.

Alasannya, para pembeli yang biasanya membeli kebutuhan pokok di warungnya, kini pindah ke toko sebelah. Kini sehari-hari, dia hanya melayani pembelian rokok dan gas elpiji 3 kg.

” Tanggapan saya nggak setuju sama sekali. Alasannya, kayak sabun mandi, sabun cuci, shampo, sikat gigi nggak laku disini,” jelas Ashari saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/03/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Jelang Ramadhan, Bulog Pastikan Stok Beras di Bondowoso Aman

Ashari menerangkan bahwa sejak berdirinya toko modern di samping rumahnya, pendapatan sehari-hari turun drastis. Dalam sehari biasanya dia mendapat uang paling sedikit Rp 500, namun saat ini untuk mendapat uang Rp 100 ribu saja sulit.

” Dulu saja masih 1000 meter kita sudah merasakan efeknya. Apalagi 50 meter,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir mengatakan bahwa tinggal bagaimana pemerintah menyosialisasikan Perda tersebut. Artinya, kekhawatiran pedagang kecil adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri.

” Pada waktu Perda nomer 3 saja sudah terjadi seperti itu,”ungkapnya.

Menurutnya, para investor atau pemilik modal dalam membangun toko telah menggunakan studi kelayakan, daya beli dan kultur masyarakat. Sehingga yang perlu dilakukan oleh pemerintah saat ini bukan hanya jarak.

Berita Menarik Lainnya:  Kasus Dugaan Pengrusakan Makam Dihentikan, Kedua Belah Pihak Pilih Damai

” Di pasal 53 sudah jelas bahwa toko kelontong bisa belanja di toko modern dengan harga grosir. Kalau toko modern jualnya lebih mahal dari toko kelontong, maka ini sebenarnya iklan gratis,” katanya.

Namun, jika harga jual di toko modern lebih murah dari toko tradisional maka mereka bisa kulakan di toko modern. ” Kan tidak semua yang dijual toko modern dijual toko kelontong, ” lanjutnya.

Selain itu, toko tradisional bisa menyertakan modal di toko modern di bawah 50 persen. Setiap toko modern juga wajib menyiapkan etalase yang menjual produk lokal sebanyak 20 persen.

” Artinya ini keuntungan bagi home industri. Untuk bagaimana menjual barang produksinya di toko modern. Tidak perlu mereka bikin toko, bikin etalase,” tutupnya.

Berita Menarik Lainnya:  Diskoperindag Akui Hanya 8 Produk UMKM di Toko Modern

Reporter : Muslim
Publisher : Ali Wafa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *