Diduga Pemerasan, Polisi Amankan Dua Oknum LSM Di Sampang

Silahkan Share ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beritabangsa.com, Sampang – Polisi berhasil mengamankan dua oknum anggota LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) berinisial A dan R disalah satu cafe di Sampang karena melakukan tindak pidana dugaan pemerasan terhadap korban Asbi (38) tahun, warga desa Gulbung, kecamatan Pengarengan, Sampang.

Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sampang AKBP. Abdul Hafidz, SIK., M.Si, turut didampingi Wakapolres Sampang Kompol Rizky Tri Putra E.A.W, Kasat Reskrim AKP Riki Donaire dan Kasubag Humas Polres Sampang IPTU. Sunarto, menyatakan, anggotanya telah mengamankan kedua oknum LSM yang melakukan Pemerasan kepada korban disalah satu cafe di sampang sabtu (19/2/2021)lalu.

Sementara Riki Donaire, selaku Kasat Reskrim Polres Sampang menuturkan, bahwa ini bukan OTT akan tetapi ini kasus pemerasan, pasalnya sebelum kedua tersangaka oknum LSM tersebut diciduk oleh petugas, polisi menerima laporan dari korban yang bernama Asbi.

Berita Menarik Lainnya:  Warga Seruni II Melakukan Aksi Penolakan Pembangunan Gudang

“ini bukan OTT tapi ini kasus pemerasan terhadap korban yang sebelumnya melapor ke kami,” ungkap Riki.

Kasat Reskrim kembali melanjutkan dan menjelaskan kronologi kejadiannya, berawal pada hari Sabtu (13/02), dimana tersangka mendatangi lokasi pekerjaan Pokmas dengan nilai anggaran 300 Juta, tersangka menghubungi korban untuk ditanya siapa ketua kelompoknya, namun korban mengatakan, agar tidak usah mencari siapa ketua kelompok tersebut cukup dengan menghubungi korban.

Setelah itu, tersangka ini mencoba mengancam korban dengan melaporkan pekerjaan tersebut, jika tidak mau dilaporkan cukup dengan membayar 100 Juta kepada tersangka.

”Tersangka mengancam akan melaporkan proyek tersebut, jika mau membayar 100 juta, maka tersangka ini akan aman-aman saja,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Polres Bondowoso Gelar TFG Hadapi Kontijensi Dampak Covid-19 

Karena korban tidak memiliki uang sebanyak itu, maka negosiasi pun terjadi, hingga menemukan kesepakatan Rp 40 Juta, hingga pada hari Sabtu (20/02) di Cafe yang ada uang korban hanya Rp 19.400.000, untuk sisanya akan dibayar besok harinya.

”Terjadi negosiasi keduanya, maka disepakati 40 Juta, namun korban hanya punya 19 Juta, dia serahkan segitu, sisanya besok menyanggupinya korban,” terangnya.

“Sementara pelaku sudah kita amankan. Dan kita akan kenakan Pasal 368 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter : Ramli Muhammad
Publisher : Atha` Illah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *